Fenomena Kesehatan Mental Tren Dalam Media Sosial

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Erry Indriani. S. Psi, M.Psi, Psikolog, C.PHt (Erawijaya Consultant)

Fenomena saat ini dimana kesehatan mental atau istilah-istilah psikologi hanya ditampilkan di permukaan saja tapi sering kali kehilangan kedalaman dan fungsi aslinya.

Pernah tidak, sedang asyik scrolling lalu tiba-tiba ada video lalu kamu bilang Wah, ini aku banget.

Belakangan ini saya melihat kita semua sedang terjebak dalam fenomena Media sosial membuat kesehatan mental seolah-olah jadi tren yang bisa kita pilih labelnya sesuka hati hanya dalam durasi 30 detik. Padahal, memahami diri itu jauh lebih luas dari sekadar algoritma.

Dalam Teori Psikologi sendiri banyak yang perlu dipahami. Secara Teori maupun secara praktek dilapangan. Karena memahami diri adalah bentuk kesadaran diri.

Memahami diri itu butuh kedalaman: Media Sosial Hanya Memberi Kita Informasi Instan.

Sebagai seorang praktisi psikolog saya sering melihat orang datang ke ruang konseling dengan membawa “label” yang mereka kumpulkan dari media sosial.

Mereka merasa sudah mengenal diri karena merasa relate dengan potongan video berdurasi 30 detik. Namun, dalam psikologi, ada jurang yang sangat lebar antara informasi instan dan pemahaman diri yang transformatif.

Baca Juga :  Demokrasi Tidak Mati Mendadak Tapi Dilemahkan Perlahan

Padahal memahami diri adalah bentuk kesadaran. Dalam teori Humanistik, bentuk memahami diri adalah bentuk perjalanan dari pengalaman seorang Individu. Sehingga perlu dipahami secara mendalam.

Memahami Diri Itu Butuh Kedalaman: Bukan Sekadar Scrolling

Kedalam Memahami diri itu mutlak tidak secepat seperti jempol kita men scolling. Mengenal diri sendiri dalam psikologi, atau self awareness, adalah kemampuan seseorang memahami sifat, emosi, pikiran, kelebihan, dan kekurangan diri secara menyeluruh. Ini adalah proses seumur hidup karna manusia sebagai makhluk yang terus berkembang, berubah, dan beradaptasi seiring dengan pengalaman hidup, usia, dan interaksi sosial.

Kesadaran diri adalah konsep fundamental dalam psikologi yang berperan penting dalam pengembangan pribadi dan kualitas hidup seseorang.

Kesehatan mental yang tangguh tidak dibangun di atas seberapa banyak kita relate dengan video berdurasi 30 detik. Jangan biarkan algoritma mendikte narasi tentang siapa diri anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung
Mimpi yang Retak di Tengah Kota
Pesta Babi dan Luka Ekologis Papua
Zaman yang Merayakan Kekeruhan
Ketika Dapur Menjadi Arena Politik Kebudayaan
Pesta Babi dan Upaya Sistematis Membungkam Papua
Aktivis Kampus Mandul Bentangkan Spanduk Penyesalan
Democratic Backsliding: Dari Jokowi, Prabowo, hingga Luka Papua
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:37 WIB

Mimpi yang Retak di Tengah Kota

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:27 WIB

Pesta Babi dan Luka Ekologis Papua

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:41 WIB

Zaman yang Merayakan Kekeruhan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:38 WIB

Ketika Dapur Menjadi Arena Politik Kebudayaan

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB