PUSATBERITA, Jakarta – Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum bagi arah baru kebijakan kepemudaan dan keolahragaan nasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) telah mengambil berbagai langkah strategis sesuai arahan Presiden untuk memperkuat kedua sektor tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan delapan langkah strategis yang telah dan akan terus dijalankan Kemenpora:
- Deregulasi 191 aturan menjadi 20 permen untuk menciptakan tata kelola yang lebih efisien dan mempermudah kerja sama dengan stakeholder olahraga dan kepemudaan.
- Perbaikan tata kelola manajemen agar lebih transparan dan akuntabel, sebagai bagian dari transformasi total Kemenpora sesuai arahan Presiden Prabowo.
- Program pembinaan atlet berkelanjutan, termasuk penyelenggaraan Piala Presiden 2025 U-12 dan U-15, serta pengembangan cabang olahraga lainnya di daerah.
- Peningkatan sarana dan prasarana olahraga modern, seperti Pusat Pelatihan Nasional di Cibubur dan evaluasi aset P3SON Hambalang, agar fasilitas olahraga dapat digunakan optimal oleh atlet dan masyarakat.
- Peningkatan kesejahteraan atlet, termasuk rencana pemberian dana pensiun bagi atlet peraih medali di Olimpiade, Asian Games, hingga SEA Games.
- Pembangunan karakter dan kepemimpinan pemuda 16–30 tahun, melalui kegiatan kepemudaan seperti Pramuka, Palang Merah Remaja, dan kegiatan olahraga yang menanamkan nilai patriotik, gigih, dan empati.
- Penyusunan roadmap berkelanjutan prestasi olahraga nasional, khususnya mendukung Visi Indonesia Emas 2045, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Menpora periode sebelumnya.
- Penguatan industri olahraga dan sport tourism, melalui Deputi Pengembangan Industri Olahraga, yang diharapkan mendorong prestasi olahraga sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional melalui kegiatan dan wisata olahraga.
Menpora Erick menegaskan, semua langkah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemenpora bekerja efektif, efisien, dan berorientasi pada prestasi serta pemberdayaan pemuda dan olahraga nasional.
“Semua ini bertujuan menciptakan generasi muda berprestasi, fasilitas olahraga modern, industri olahraga yang kuat, dan pemuda yang berkarakter, adaptif, serta siap menghadapi tantangan global,” ujar Menpora Erick.











