Tumpukan Sampah di Kali Benteng Speelwijk Serang Timbul Bau Nyengat

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, PUSATBERITA — Di tengah padatnya permukiman warga sekitar Benteng Speelwijk, Kampung Pamarican, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten mengalir sebuah kali kecil yang seharusnya menjadi sumber kehidupan.

Namun kenyataannya, Kali dekat Benteng Speelwijk terlihat kotor dengan tumpukan sampah dan lumpur, Selasa, (21/10) 2025.

Selain itu, warna airnya keruh kehitaman dan berbau menyengat yang dapat mengganggu wisatawan.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang pengunjung, Arya yang menjelaskan kondisi ini terjadi tepat di antara rumah-rumah warga. Menurutnya, aroma yang muncul dari kali tersebut membuat tidak nyaman.

“Baunya yang cukup menyengat ya, kayak bau limbah, apalagi ini tempat sejarah yang tentunya akan berkurang nilai estetiknya,” kaya Arya.

Baca Juga :  Dirikan Posko Damai IKA PMII Jakarta Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

Salah seorang warga menuturkan bahwa sudah lama kali ini nggak pernah dibersihin. Kalau hujan, airnya meluap yang terkadang hampir sampai ke keluar jalan.

“Tak ada tanda-tanda upaya pembersihan atau perawatan dari pihak berwenang,” ucap seorang warga berinisial UP.

UP menambhakan, kondisi Kali yang berdekatan dengan lokasi bersejarah bukan hanya soal estetika, melainkan ada hubungannya dengan kesehatan, terutama pada soal pernapasan.

“Kalau musim hujan, nyamuk tambah banyak, baunya juga makin parah,” tutur warga lainnya saat menjelaskan.

Pantauan lapangan wartawan, sepanjang kali tersebut terdapat sampah rumah tangga, dan terlihat sejenis limbah mengambang di permukaan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
SEMMI Tangerang Soroti Kantor Satpol PP Tutup di Jam Kerja
Nara JW Law Firm bersama Erawijaya Consultant dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:53 WIB

Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:55 WIB

Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:33 WIB

BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar

Berita Terbaru

Foto/istimewa.

Opini

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:32 WIB

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB