Potret Cuaca Ekstrem (Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
BANTEN, PUSATBERITA – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II memprediksi adanya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Provinsi Banten hingga 8 Desember 2025.
Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup aktif dan mendukung terbentuknya cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Banten. BMKG memprakirakan cuaca di Provinsi Banten akan didominasi hujan.
”Aktivitas gelombang atmosfer Kelvin masih berpengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Provinsi Banten, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif,” ujar Kepala Balai BMKG Wilayah II, Hartanto berdasarkan keterangan resmi yang diterima, Rabu, (3/12) 2025.
Hartanto menjelaskan, selain itu gelombang Rossby Ekuatorial pun mulai mendominasi dan semakin memperkuat perkembangan awan hujan di wilayah Banten.
Kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara pada lapisan 850-500 mb yang berada pada kisaran 70-100%, sehingga sangat mendukung pembentukan awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat.
”Selain itu, Indeks Surge bernilai -10.2 menunjukkan adanya aliran massa udara dingin signifikan menuju wilayah Indonesia yang turut meningkatkan peluang hujan serta potensi angin kencang,” kata Hartanto.
Hartanto menuturkan, anomali suhu muka laut antara -2.0 hingga +2.8 derajat Celsius di perairan Samudra Hindia selatan Banten dan wilayah barat Indonesia menambah suplai uap air ke atmosfer, sehingga mendukung peningkatan intensitas curah hujan selama periode prakiraan.
”Berdasarkan kondisi tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kota Serang, serta sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” jelas Hartanto.
Hartanto mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, serta genangan air, dan selalu memantau informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG.
Prakiraan Cuaca Banten dilansir dari laman resmi BMKG hari ini:
- Pandeglang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-28 derajat Celsius.
- Lebak diperkirakan akan hujan sedang, dengan suhu berkisar 24-29 derajat Celsius.
- Tangerang diperkirakan akan hujan sedang, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
- Serang diperkirakan akan hujan sedang, dengan suhu berkisar 23-30 derajat Celsius.
- Kota Tangerang diperkirakan akan hujan sedang, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
- Kota Cilegon diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
- Kota Serang diperkirakan akan hujan sedang, dengan suhu berkisar 23-30 derajat Celsius.
- Kota Tangerang Selatan diperkirakan akan hujan petir, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
Imbauan BMKG potensi cuaca ekstrem selama Natal dan tahun baru (Nataru)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menegaskan, jenis bencana yang mendominasi yaitu hujan ekstrem, angin kencang, serta fenomena lain seperti petir yang merusak, puting beliung, hujan es, dan jarak pandang terbatas yang kerap mengganggu penerbangan maupun pelayaran.
”Trennya terus naik. Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Untuk periode minggu kedua Desember hingga awal Januari, BMKG memperkirakan adanya:
- Monsoon Asia mulai aktif, meningkatkan curah hujan di Indonesia.
- Munculnya anomali atmosfer Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator yang memicu hujan ekstrem.
- Hadirnya seruak dingin Siberia yang turut memperkuat intensitas hujan.
- Bibit siklon tropis berpotensi tumbuh di wilayah selatan Indonesia.
Daerah yang perlu waspada pembentukan bibit siklon antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa – Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan dan Tengah.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 mm/hari di Aceh beberapa waktu lalu.











