SEMMI Tangerang Gelar Aksi di HUT ke-33 Kota Tangerang

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PC SEMMI Tangerang Gelar Aksi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Foto: Aditya/Pusat-Berita)

PC SEMMI Tangerang Gelar Aksi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Foto: Aditya/Pusat-Berita)

TANGERANG, PUSATBERITASerikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang saat peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (28/2/2026) pukul 16.00 WIB.

Aksi berlangsung dengan tertib di area pusat pemerintahan. Para peserta membawa spanduk serta menyuarakan sejumlah tuntutan yang mereka nilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Koordinator aksi, Aditya Nugraha, dalam orasinya menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi Kota Tangerang yang dinilai belum mengalami perubahan signifikan meski telah memasuki usia ke-33 tahun dan satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“HUT ke-33 tahun Kota Tangerang dan satu tahun kepemimpinan Sachrudin–Maryono masih dengan wajah yang sama dan masalah yang sama. Dari berbagai persoalan yang ada di Kota Tangerang tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kota Tangerang,” tegas Aditya dalam orasinya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menyoroti krisis lingkungan yang dinilai terus berulang tanpa solusi konkret.

“Persoalan krisis lingkungan, yang sama-sama kita ketahui dan seringkali kita lihat penumpukan sampah di pinggir-pinggir kota. Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan bau yang tidak sedap,” ujar Aditya.

Lebih lanjut, Aditya mengungkapkan bahwa masih ada pembakaran sampah ilegal yang terjadi, dan adanya penampungan air lindi TPA Rawa Kucing bocor sehingga air tersebut mencemari saluran air masyarakat dan ke perkebunan masyarakat.

“Dengan banyak kasus, menjadi bukti Pemerintah Kota Tangerang tidak mampu menyelesaikan persoalan lingkungan yang terus menerus terulang,” lanjutnya.

Diketahui bahwa selain isu lingkungan, SEMMI juga menyoroti persoalan banjir yang disebut sebagai “langganan tahunan” ketika hujan mengguyur Kota Tangerang. Selanjutnya terkait fenomena banjir yang terus menerus terjadi, itu sudah menjadi langganan ketika Kota Tangerang diguyur hujan.

Aditya menuturkan juga masalah ini bukan terfokus kepada hujannya, tetapi karena drainase yang sempit dan penanganan Pemerintah Kota Tangerang sangatlah lambat.

Baca Juga :  PK IPNU–IPPNU UIN SMH Banten Gelar Pembukaan Pengajian Rutin Kitab Kasyifatussaja

“Ketika sudah terjadi banjir baru turun. Di sini siapa yang dirugikan? Sudah pasti masyarakat lagi,” tuturnya.

Isu inklusivitas kota juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Aditya menilai fasilitas publik ramah disabilitas masih jauh dari kata merata.

“Fasilitas ramah disabilitas masih terbatas. Seharusnya masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar kemajuan tersebut benar-benar inklusif dan dirasakan oleh seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas. Beberapa fasilitas publik memang sudah mulai ramah disabilitas, tetapi belum merata dan belum konsisten, seperti trotoar, gedung pelayanan, dan transportasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, SEMMI Tangerang juga menyatakan sikap terkait regulasi daerah. Aditya juga menegaskan bahwa kami bersedia untuk merevisi dan tidak mencabut Perda tentang HIV/AIDS Kota Tangerang serta memasukkan nilai-nilai sosial.

Tujuh Tuntutan PC SEMMI Tangerang di HUT ke-33 Kota Tangerang

Dalam aksi tersebut, SEMMI mencatat sedikitnya tujuh persoalan utama yang dinilai bersinggungan langsung dengan pemenuhan hak-hak dasar warga dan perlu mendapat solusi konkret dari pemerintah, yaitu:

  1. Menuntaskan persoalan sampah, limbah B3, dan krisis lingkungan.
  2. Mengawasi serta memperbaiki kualitas air lindi TPA Rawa Kucing dan limbah industri.
  3. Menyediakan infrastruktur mitigasi banjir berbasis kondisi geografis dan evaluasi RTRW.
  4. Mewujudkan kota humanis dengan RTH minimal 30%.
  5. Menyediakan fasilitas publik ramah disabilitas.
  6. Merevisi tanpa mencabut Perda HIV/AIDS dengan mempertimbangkan nilai sosial budaya.
  7. Menjamin kualitas program sosial, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menutup aksi tersebut, Koordinator Lapangan menegaskan kembali bahwa, menjadi bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan daerah.

“SEMMI Tangerang pastinya akan terus mengawal berbagai kebijakan publik agar benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Tangerang,” tutup Adit.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan
‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026
Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan
Kualitas Air Menurun, Perumda Tirta Benteng Lakukan Optimalisasi Pengolahan
Tindak Lanjut Arahan DPP, Partai Ummat Banten Rapatkan Barisan
AMPIA Desak BKN Periksa dan Nonaktifkan Sementara Rizka Zamzami
Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Berita ini 73 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan

Minggu, 13 September 2026 - 10:05 WIB

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 05:19 WIB

Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja

Rabu, 9 September 2026 - 17:45 WIB

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan

Rabu, 9 September 2026 - 11:54 WIB

Kualitas Air Menurun, Perumda Tirta Benteng Lakukan Optimalisasi Pengolahan

Berita Terbaru

Terjadi kemacetan di ruas jalan dampak gelaran Tangerang 10K 2026 (foto/@captainakasia)

Banten

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:05 WIB