TANGERANG, PUSATBERITA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan operasi penertiban parkir liar di tengah bulan Ramadan. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Trantib Kecamatan Batuceper yang kembali menertibkan parkir liar di kawasan Stasiun Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
Pasca operasi yang digelar oleh Camat bersama Trantib Batuceper tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Hafidz Firdaus, turut mengedukasi masyarakat Poris agar tidak memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat berjualan.
Edukasi tersebut disampaikan Hafidz Firdaus saat menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) dengan masyarakat Poris di kediamannya pada Sabtu, 14 Maret. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana menyampaikan pesan ketertiban kepada masyarakat.
Hafidz menegaskan bahwa penggunaan bahu jalan untuk berdagang dapat mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
“Bahu jalan itu sejatinya diperuntukkan bagi keselamatan dan kelancaran pengguna jalan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkannya sebagai tempat berjualan,” ujar Hafidz.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tangerang melalui Kecamatan Batuceper yang telah melakukan penertiban parkir liar dan aktivitas yang melanggar ketertiban umum.
“Saya mengapresiasi langkah camat dan jajaran Trantib yang terus melakukan penertiban. Ini bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, Hafidz mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki mobilitas tinggi seperti sekitar Stasiun Poris.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga ketertiban. Jika lingkungan tertib, aktivitas masyarakat juga akan berjalan lebih nyaman dan aman,” tambahnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat terkait berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar.











