Kota Tangerang, PusatBerita – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Ahmad Baijuri Khotib, mengajak umat Islam untuk lebih memahami makna mendalam dari perayaan Idul Adha, bukan sekadar seremoni penyembelihan hewan kurban.
Dalam keterangannya di Kantor MUI Kota Tangerang, Senin (27/4), ia menjelaskan bahwa Idul Adha merupakan momentum penting untuk menumbuhkan semangat pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Idul Adha itu bukan hanya soal menyembelih hewan kurban, tapi bagaimana kita belajar berkorban. Bukan sekadar kambing atau sapi, melainkan simbol keikhlasan kita berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai pengorbanan tidak hanya diukur dari kemampuan finansial seseorang. Menurutnya, setiap individu tetap dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing, baik melalui tenaga, waktu, maupun bentuk kepedulian lainnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penetapan hari raya Idul Adha tetap mengacu pada keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama, berdasarkan hasil sidang isbat yang melibatkan Badan Hisab Rukyat.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dan menjaga kesatuan dalam pelaksanaan ibadah.
“Penetapan Idul Adha memang sudah ada di kalender, tetapi keputusan final tetap dari pemerintah. Kami harapkan umat mengikuti dan tidak memperdebatkan perbedaan yang mungkin terjadi,” katanya.
Terkait persiapan menjelang Idul Adha, MUI Kota Tangerang tidak memiliki program khusus secara spesifik. Namun, pihaknya tetap mendukung penyaluran hewan kurban ke wilayah-wilayah yang dinilai lebih membutuhkan, meskipun pelaksanaannya umumnya dilakukan oleh pengurus masjid setempat, seperti Masjid Raya Al-A’zhom.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan kepada warga Kota Tangerang yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia berharap para jemaah diberikan kelancaran dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Kami titip doa untuk Kota Tangerang dan juga untuk Indonesia. Semoga menjadi negeri yang penuh keberkahan, dipimpin oleh pemimpin yang amanah, dan masyarakatnya sejahtera,” tutupnya.
Dengan semangat Idul Adha, MUI berharap umat Islam dapat semakin memperkuat nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta keikhlasan dalam berbagi kepada sesama.











