‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Menteri Luar Negeri BEM Universitas Ibnu Chaldun (UIC)  JAKARTA, Asagaf

Foto: Wakil Menteri Luar Negeri BEM Universitas Ibnu Chaldun (UIC)  JAKARTA, Asagaf

JAKARTA, PUSATBERITA – Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja institusi kepolisian, keputusan Presiden Prabowo Subianto mempertahankan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri kembali memicu perdebatan di ruang publik.

‎Di satu sisi, langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan politik nasional di tengah dinamika pemerintahan baru. Namun di sisi lain, keputusan itu juga memunculkan kritik tajam terkait arah reformasi Polri dan komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.

‎Wakil Menteri Luar Negeri BEM Universitas Ibnu Chaldun (UIC) JAKARTA, Asagaf menilai bahwa publik saat ini tidak hanya menuntut keamanan, tetapi juga menginginkan hadirnya institusi kepolisian yang profesional, independen, dan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat.

‎Menurut Asagaf, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri memunculkan pertanyaan serius di tengah meningkatnya kritik publik terhadap kinerja institusi Polri.

‎”Dukungan politik yang diberikan Presiden Prabowo dinilai berkaitan dengan kepentingan menjaga stabilitas kekuasaan dan keamanan nasional, terutama dalam mengawal agenda strategis pemerintah seperti ketahanan pangan serta stabilitas sosial dan politik nasional,” ujar Asagaf kepada pusat-berita.com Kamis (21/5) 2026.

‎Asagaf menilai, di tengah berbagai persoalan yang terjadi, kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo belum mampu menjawab harapan besar masyarakat terhadap reformasi kepolisian.

Baca Juga :  Kemenkeu Soroti Rendahnya Tabungan Hari Tua Baru 13% PDB

‎Sejumlah persoalan, Asagaf berkata, seperti lemahnya penegakan hukum yang berkeadilan, dugaan ketidakprofesionalan aparat di lapangan, hingga menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian disebut menjadi catatan serius yang tidak dapat diabaikan.

‎Ia menegaskan bahwa secara yuridis maupun moral, jabatan Kapolri seharusnya tidak hanya diukur dari kedekatan politik dengan penguasa atau keberhasilan menjaga stabilitas keamanan semata.

‎Menurutnya, keberhasilan institusi Polri juga harus diukur dari kemampuannya menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. Dalam negara hukum, Polri dituntut bekerja secara profesional, independen, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

‎Lebih lanjut, Asagaf menilai keputusan mempertahankan Listyo Sigit Prabowo di tengah derasnya kritik publik berpotensi memperlemah semangat reformasi kepolisian.

‎Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus mengambil langkah evaluatif secara objektif dan berani melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh Polri apabila ingin membangun pemerintahan yang berpihak pada supremasi hukum dan kepercayaan masyarakat.

‎“Rakyat tidak hanya membutuhkan keamanan, tetapi juga keadilan. Ketika kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum mulai menurun, maka evaluasi terhadap pimpinan tertinggi Polri menjadi sebuah keharusan,” tegas Asagaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Gus Dur Menggema di Refleksi Waisak Nasional PKB di Tangerang
Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP
Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul
Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
PB SEMMI Bagikan Takjil dan Hampers, Serta Apresiasi Polisi Amankan Arus Mudik
SEMMI: Remiliterisasi, Dua Aktivis HAM Dibungkam Negara
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:46 WIB

‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pesan Gus Dur Menggema di Refleksi Waisak Nasional PKB di Tangerang

Rabu, 29 April 2026 - 08:19 WIB

Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP

Kamis, 16 April 2026 - 13:44 WIB

Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:55 WIB

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Berita Terbaru

IMMT Soroti Dugaan Terjadi Pungli di Objek Wisata Kelapa Dua (Foto: Istimewa)

Banten

IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:10 WIB