Pesan Gus Dur Menggema di Refleksi Waisak Nasional PKB di Tangerang

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengatakan refleksi Waisak rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen menjaga nilai toleransi dan perdamaian. (Doc. Ist/PB)

Wakil Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengatakan refleksi Waisak rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen menjaga nilai toleransi dan perdamaian. (Doc. Ist/PB)

KOTA TANGERANG, PUSATBERITA – Refleksi Waisak Nasional PKB 2026 digelar di Kelenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang, Minggu (17/5/2026). Kegiatan bertema “Genta dan Lonceng Perdamaian” itu mengajak masyarakat menjaga toleransi, persatuan, dan nilai kemanusiaan di tengah kondisi dunia yang dilanda berbagai konflik.

‎Acara tersebut dihadiri Abdul Halim Iskandar yang mewakili Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar. Turut hadir Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath, Wakil Ketua DPP PKB Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi, serta sejumlah anggota DPRD Fraksi PKB.

‎Selain jajaran politikus, kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh lintas agama, pengurus kelenteng, dan masyarakat umum. Suasana refleksi berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan doa bersama untuk perdamaian dunia.

Dunia Sedang Dilanda Konflik

‎Wakil Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengatakan refleksi Waisak rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen menjaga nilai toleransi dan perdamaian.

‎Menurutnya, pesan damai dalam peringatan Waisak menjadi sangat penting di tengah meningkatnya konflik dan peperangan di berbagai belahan dunia.

‎“Dengan harapan Waisak tahun ini bisa membawa dan menggaungkan perdamaian, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Karena saat ini dunia sedang bergejolak dan banyak peperangan,” ujar Daniel Johan.

‎Ia menambahkan, kegiatan tersebut digelar di vihara tertua yang telah berdiri sejak tahun 1600. Momentum Waisak diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sesama.

Cak Imin Batal Hadir Karena Kondisi Kesehatan

‎Daniel Johan mengungkapkan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sejatinya dijadwalkan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, karena agenda mendadak dan kondisi kesehatan yang kurang fit, kehadirannya diwakilkan kepada Abdul Halim Iskandar.

‎“Sebenarnya sudah mau hadir, protokol sudah datang, tetapi mendadak ada yang penting,” katanya.

Baca Juga :  Penemuan Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

‎Ketua Perkumpulan Yayasan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, mengatakan dirinya menerima pesan langsung dari Cak Imin yang baru kembali dari Surabaya bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada malam sebelumnya.

‎“Saya dapat informasi langsung melalui WhatsApp dari beliau bahwa beliau baru pulang dari Surabaya bersama Pak Prabowo sekitar pukul 23.00 WIB. Sehingga tadi pagi saat hendak berangkat kondisi beliau kurang sehat,” ujar Ruby.

Abdul Halim Soroti Lunturnya Welas Asih

‎Dalam sambutannya, Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa Tri Suci Waisak mengajarkan tiga nilai utama, yakni kebijaksanaan, welas asih, dan terbebas dari penderitaan. Namun, ia menilai nilai-nilai tersebut mulai memudar dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Hampir setiap hari kita menemukan berbagai bentuk kekerasan. Kekerasan dalam rumah tangga, di sekolah, hingga di masyarakat. Welas asih seakan-akan mulai sirna,” katanya.

‎Ia berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga rasa kemanusiaan dan tidak mudah terpecah di tengah situasi global yang penuh ketegangan.

Pesan Gus Dur Kembali Diingatkan

‎Abdul Halim juga mengingatkan kembali pesan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid tentang pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan di atas perbedaan.

‎“Jangan tanya agamamu apa, tetapi tanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk kepentingan kemanusiaan,” ucapnya.

‎Menurutnya, pesan tersebut masih sangat relevan dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Boen Tek Bio Tegaskan Sikap Nonpartisan

‎Sementara itu, Ruby Santamoko menegaskan kegiatan refleksi Waisak merupakan kerja sama antara DPP PKB, DPP BERANI, dan Perkumpulan Boen Tek Bio. Meski demikian, pihaknya menegaskan Boen Tek Bio tetap bersikap terbuka dan tidak terikat dengan partai politik mana pun.

‎“Perkumpulan Boen Tek Bio bersifat nonpartai dan nonpartisan. Semua tamu yang datang tentu kami terima dengan baik,” tutup Ruby.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP
Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul
Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
PB SEMMI Bagikan Takjil dan Hampers, Serta Apresiasi Polisi Amankan Arus Mudik
SEMMI: Remiliterisasi, Dua Aktivis HAM Dibungkam Negara
SEMMI Jakarta Raya Dukung Operasi Ketupat 2026: Apresiasi Ketegasan BNN dan Polri dalam Memberantas Narkotika Demi Mudik Aman
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pesan Gus Dur Menggema di Refleksi Waisak Nasional PKB di Tangerang

Rabu, 29 April 2026 - 08:19 WIB

Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP

Kamis, 16 April 2026 - 13:44 WIB

Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:55 WIB

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Senin, 23 Maret 2026 - 09:22 WIB

10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI

Berita Terbaru

Petugas pemadam sedang lakukan pemadaman api di Mega Mall Kota Manado (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Megamall Kota Manado Terbakar, 1 Korban Meninggal Dunia

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:48 WIB

Foto: Akal Imitasi

Opini

Demokrasi Tidak Mati Mendadak Tapi Dilemahkan Perlahan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:43 WIB