Kemenkeu Soroti Rendahnya Tabungan Hari Tua Baru 13% PDB

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Net.

Ilustrasi/Net.

JAKARTA, PUSATBERITA – Pemerintah menyoroti rendahnya tabungan hari tua masyarakat Indonesia yang baru mencapai 13 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut dinilai menjadi sinyal peringatan di tengah momentum bonus demografi yang sedang berlangsung.

Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Adi Budiarso, mengatakan akumulasi dana pensiun nasional belum mencerminkan kesiapan menghadapi lonjakan jumlah penduduk usia lanjut dalam dua dekade ke depan.

“Artinya, ini harus menjadi wake-up call. Kita punya potensi besar, tetapi tantangan kita adalah kebiasaan,” ucapnya saat ditemui di The Tribrata Hotel, Kamis (12/2/2026).

Adi menjelaskan, akumulasi tabungan masyarakat pada instrumen asuransi dan dana pensiun masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga. Malaysia, misalnya, telah mencapai sekitar 80 persen dari PDB. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa persoalan bukan terletak pada kapasitas ekonomi, melainkan pada kebiasaan menabung jangka panjang yang belum terbentuk kuat.

Di tengah besarnya potensi demografi, Indonesia memiliki sekitar 211 juta penduduk usia produktif yang seharusnya menjadi modal untuk memperkuat tabungan hari tua.

Namun, rata-rata masyarakat baru menyisihkan sekitar 3 persen dari pendapatan untuk ditabung, sehingga ruang perlindungan finansial saat pensiun dinilai belum memadai.

Baca Juga :  Menpora Erick Thohir Temui Kepala BPKP, Perkuat Tata Kelola Transparan di Kemenpora

Peringatan terbesar, kata dia, muncul ketika bonus demografi memasuki fase kritis dan jumlah pensiunan melonjak.

“Kalau kita tidak punya tabungan pensiun, misalnya 100 juta penduduk kita pada 2038 pensiun, mereka langsung tidak punya tabungan hari tua. Tidak ada pemasukan,” ujar Adi.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat masih adanya celah antara pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah yang dapat mendukung tabungan jangka panjang. Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman Hermansyah, menyebut tingkat literasi keuangan syariah sekitar 43 persen, sedangkan tingkat inklusinya baru mencapai 13,41 persen pada 2024.

Ia menilai selisih tersebut justru membuka peluang perluasan pasar, termasuk untuk produk yang berkaitan dengan perlindungan masa depan.

“Kami menyebutnya good problem, karena ada kesenjangan 20 sampai 30 persen yang belum dimanfaatkan oleh industri keuangan syariah,” tutur Deden dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, penguatan tata kelola dan peningkatan kepercayaan menjadi fokus regulator agar masyarakat yang sudah memahami produk benar-benar menggunakannya. OJK juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses serta memperkuat fondasi tabungan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD
INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup
‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI
‎PWI LS Datangi Polda Metro Jaya Terkait Kasus Zain Bin Smith
Bupati Pekalongan Terjerat OTT KPK di Semarang
PB PII Gelar Aksi Respon Kasus Represifitas Polri Terhadap Pelajar
Kemhan Siapkan 4000 ASN Jadi Komcad Mulai April 2026
PB PII Kolaborasi Bersama Laznas Bakrie Amanah: Salurkan 50 Paket Santunan untuk Yatim di Asrama Yatim Mandiri Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Maret 2026 - 19:08 WIB

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:38 WIB

‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:52 WIB

‎PWI LS Datangi Polda Metro Jaya Terkait Kasus Zain Bin Smith

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:02 WIB

Bupati Pekalongan Terjerat OTT KPK di Semarang

Berita Terbaru

Pakar ekonomi, Ferry Latuhihin terang-terangan membantah narasi pemerintah yang mengklaim MBG sebagai investasi (foto: istimewa).

Pilihan Redaksi

‎Kritik Program MBG Bakar Duit, Krisis 1998 Mengintai

Selasa, 10 Mar 2026 - 17:08 WIB

Anggota DPR RI, Mukhtaruddin Ashraff Abu (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Mar 2026 - 19:39 WIB

Ketua Umum KB PII, Nasrullah Larada Saat Berikan Sambutan dalam Penutupan INRA EXPO KB PII 2026 (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Nasional

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Senin, 9 Mar 2026 - 19:08 WIB

Redaksi Media Posbanten.com menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) dan Santuan di wilayah Kelurahan Sumur Pacing Kecamatan Karawaci (Foto: Istimewa)

Banten

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Senin, 9 Mar 2026 - 01:34 WIB

Opini

Fenomena Kesehatan Mental Tren Dalam Media Sosial

Minggu, 8 Mar 2026 - 22:04 WIB