LBH GP Ansor Pusat Desak Penahanan Tersangka Kasus Penganiayaan Banser Rida

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sahabat Rida mendatangi Polres Metro Tangerang Kota di dampingi Tim Kuasa Hukum LBH GP Ansor Pusat. (Doc.Ist/PB)

Sahabat Rida mendatangi Polres Metro Tangerang Kota di dampingi Tim Kuasa Hukum LBH GP Ansor Pusat. (Doc.Ist/PB)

KOTATANGERANG, PUSATBERITA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser, Rida, yang telah berjalan selama sembilan bulan kembali menjadi sorotan publik. Tim kuasa hukum dari LBH Pengurus Pusat GP Ansor mendatangi Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (25/5/2026) guna mempertanyakan perkembangan penanganan perkara sekaligus meminta kepastian hukum atas kasus tersebut.

‎Muhammad Hamzah, Advokat LBH Pimpinan Pusat GP Ansor yang juga merupakan Kepala penyelidikan dan penindakan Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser, mengatakan pihaknya hadir mendampingi korban untuk menanyakan sejauh mana proses hukum berjalan setelah berkas perkara disebut telah dilimpahkan ke kejaksaan namun masih terdapat sejumlah petunjuk yang harus dipenuhi penyidik.

‎“Kami hari ini mendampingi Sahabat Rida untuk mempertanyakan sudah sejauh mana perkembangan kasusnya. Tadi kami mendapat penjelasan dari penyidik bahwa berkas perkara sudah dilimpahkan, namun masih ada beberapa petunjuk yang harus dipenuhi,” ujar Hamzah kepada awak media.

‎Hamzah juga meminta agar para tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan segera dilakukan penahanan demi mempercepat proses hukum dan memberikan kepastian bagi korban.

‎“Kasus ini sudah berjalan cukup lama dan menjadi perhatian banyak pihak. Kami meminta dengan hormat kepada Kapolres dan pejabat berwenang agar para pelaku segera dilakukan penahanan supaya proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

‎Selain itu, pihak kuasa hukum juga membantah berbagai isu yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya penerimaan uang miliaran rupiah oleh korban. Mereka memastikan kabar tersebut tidak benar.

‎“Kami memastikan informasi yang menyebut korban menerima uang hingga miliaran rupiah adalah hoaks. Korban maupun keluarganya tidak pernah menerima kompensasi sebagaimana isu yang beredar,” tegas Hamzah.

‎LBH GP Ansor Pusat menyebut pihaknya masih memberikan kepercayaan kepada penyidik Polres Metro Tangerang Kota untuk menuntaskan perkara tersebut secara profesional. Namun mereka berharap proses hukum tidak terus berlarut-larut mengingat perkara sudah berlangsung selama sembilan bulan.

‎Menurut Hamzah, meminta para tersangka segera ditahan agar proses pelimpahan perkara ke kejaksaan dapat berjalan lebih cepat hingga memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang.

‎Ia juga menegaskan bahwa seluruh kader Banser selama ini tetap menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

‎“Kami ingin kasus ini berjalan di atas rel hukum sesuai aturan yang berlaku. Korban harus mendapatkan kepastian hukum dan keadilan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG
Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan
Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM
Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug
SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi
‎Harga BBM Juni 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp20.750 per Liter
‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik
Berita ini 231 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:16 WIB

Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27 WIB

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:30 WIB

Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug

Berita Terbaru