JAKARTA, PUSATBERITA – Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengutus Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masyhad, Kamis (9/7/2026), memunculkan polemik baru.
Setelah sebelumnya pemerintah mendapat sindiran dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait belum adanya utusan resmi ke Iran, kini langkah tersebut justru menuai kritik dari Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.
Bambang menilai Presiden tidak dapat begitu saja menugaskan Ketua MPR dalam kapasitas kelembagaan. Menurutnya, Presiden dan Ketua MPR sama-sama merupakan pimpinan lembaga tinggi negara sehingga hubungan keduanya bersifat konsultatif, bukan hubungan komando.
”Kalau Pak Presiden mengutus Ketua MPR, saya kira mekanismenya tidak seperti itu. Karena hubungan antara MPR dan Presiden sama-sama sebagai lembaga tinggi negara,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/7/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, penugasan tersebut masih dapat dipahami apabila Ahmad Muzani berangkat sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya. Namun, jika membawa kapasitas sebagai Ketua MPR RI, menurutnya mekanisme kelembagaan tetap harus dijalankan.
”Kalau sebagai kader, itu bisa. Tapi kalau bertindak sebagai Ketua MPR, ya beda,” tegasnya.
Bambang menjelaskan, setiap penugasan yang melibatkan Ketua MPR harus dibahas melalui rapat pimpinan MPR. Ia menekankan bahwa relasi antara Presiden dan MPR berada dalam koridor konsultasi, sehingga tidak tepat jika dipahami sebagai hubungan atasan dan bawahan.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal sempat menyindir pemerintah karena dinilai terlambat menentukan sikap diplomatik atas wafatnya Ali Khamenei. Tak lama setelah kritik itu mencuat, pemerintah mengumumkan Ahmad Muzani bersama Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai utusan resmi Presiden untuk menghadiri prosesi pemakaman di Iran.
Melalui akun media sosial pribadinya, Muzani menyatakan dirinya menerima mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk mewakili Indonesia menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei. Ia dijadwalkan bertolak ke Iran pada Kamis (9/7/2026), sementara persiapan keberangkatan masih dimatangkan oleh Kementerian Luar Negeri.











