CIREBON, PUSATBERITA — Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda masih memantik perdebatan di ruang publik.
Menanggapi hal itu, Pemerhati Sejarah Jajat Sudrajat melontarkan pandangan bernada satire. Menurutnya, jika dasar sejarah dijadikan pijakan, Cirebon justru memiliki keterkaitan historis yang erat dengan Jakarta melalui hubungan Fatahillah yang merupakan menantu Sunan Gunung Jati.
“Kalau mereka memakai sudut pandang sejarah, kita juga bisa. Jadi Cirebon minta saja ke Pramono Anung untuk dijadikan bagian dari Jakarta dengan nama Kota Administratif Selatan Timur,” kata Jajat.
Meski demikian, Jajat menegaskan pernyataannya tersebut merupakan anekdot sekaligus pandangan pribadi sebagai respons terhadap mencuatnya usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat.
Ia juga mempertanyakan urgensi pembahasan pergantian nama provinsi di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ini hanya anekdot dan pandangan pribadi saya. Tapi sebenarnya, apa urgensinya membahas nama provinsi saat ini? Rakyat sedang menghadapi banyak kesulitan,” ujarnya.
Jajat kembali menutup pernyataannya dengan nada bercanda.
“Cirebon itu ibarat orang tuanya Jakarta. Sekarang anaknya sudah sukses, sementara orang tuanya lagi susah. Boleh dong minta tolong dibantu,” selorohnya.











