HSM#1 Kepalsuan dan Kebohongan Reaktivasi Aritmatika Krakatau Steel

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Berita – Cilegon, Tak hanya cukup untuk menyulut semangat lewat konferensi pers, keberhasilan industri juga harus terbukti lewat neraca. Maka ketika PT Krakatau Steel mengklaim bahwa lini produksinya Hot Strip Mill 1 (HSM#1) telah aktif dan kembali sejak Desember 2024, tetapi laporan keuangannya justru mencatatkan kerugian yang kian dalam pada kuartal pertama 2025, publik berhak curiga.

Sebagai industri baja milik negara ini yang bertengger sebagai jantung ekonomi Cilegon, Krakatau Steel bukan lagi sekedar korporasi. Namun ia adalah simbol harapan, sumber kehidupan para ribuan pekerja, dan wajah industrialisasi nasional.

Maka, ketika perusahaan ini mencatatkan kerugian bersihnya sebesar USD 45,4 juta, naik tajam dari kerugian USD 27,3 juta pada periode tahun sebelumnya, alarm pun berbunyi.

Dirut Krakatau Steel boleh saja berdiri di depan podium dengan narasi penuh dengan optimisme. Tapi tak menghiraukan optimisme yang dilakukan Dirut Krakatau Steel itu, Muhamad Agung Laksono yang sebagai warga Cilegon sekaligus Eks Pengurus GMNI ini mengatakan “Jika HSM#1 benar-benar beroperasi, di mana buktinya di laporan keuangan?” Katanya Minggu, 18 Mei 2025.

Pabrik baja dengan kapasitas 2 juta ton per tahun ini seharusnya bisa menghasilkan dalam yang signifikan. Bahkan jika baru berjalan 60% saja dari pendapatan 300 ribu ton HRC per kuartal bisa mencapai USD 200 juta. Tapi pada kenyataannya pendapatan Krakatau Steel hanya naik tipis 1,3%, sementara laba kotor justru anjlok 35%, sangat ironis.

Baca Juga :  Desa Babakan Sambut Positif Program Pengabdian Mahasiswa KKN

Manajemen Krakatau Steel kini berada dalam sorotan bukan hanya karena kerugiannya, tetapi karena dugaan nya yang telah membangun ilusi di tengah operasional pabrik, bahwa ini telah berjalan mulus, padahal hanya aktif di atas kertas saja.

Publik, seperti Agung ini, menuntut transparansi kepada Krakatau Steel, mana volume produksi HSM#1, mana realisasi penjualan LTSA 1,25 juta ton, dan kenapa tak ada dampak ke arus kas maupun margin laba?

Inilah pangkal segala persoalan di tengah segala janji dan slogan, direksi perusahaan negara justru tampak seperti juru bicara kampanye, bukan manajer industri. Mereka hanya menjual harapan tanpa fondasi data. Ketika angka-angka yang tak bisa diajak bicara, maka hanya ada satu istilah untuk itu, “omon-omon,”

Opini ini bukan seruan untuk menjatuhkan, namun Agung menyebutkan ini sebagai ajakan untuk berhenti membodohi. Hentikan manipulasi narasi seolah Krakatau Steel sedang bangkit, sementara kenyataannya tenggelam dalam utang, kerugian, dan krisis kredibilitas.

“Jika pabrik benar-benar aktif, tunjukkan bukti produksinya. Jika kontrak telah diteken, buka data distribusibya.”

Krakatau Steel bukan milik segelintir direksi saja. Ia adalah milik negara, milik rakyat Cilegon, milik kita semua. Serta yang kita tuntut hanya satu, yaitu kejujuran. Sebab industri tanpa integritas hanyalah pabrik kosong yang penuh dengan gema dan dusta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kekuasaan Tanpa Moral: Jalan Sunyi Menuju Kehancuran
Trump, Iran, dan Ilusi Perdamaian: Politik Ketidakpastian sebagai Senjata
66 Tahun PMII: Refleksi Kritis dan Kegagalan IKA PMII Kota Tangerang
Prestise atau Strategi? Dilema Indonesia dalam Kemitraan Militer dengan AS
Jembatan Kalibaru Rusak Lagi, Mahasiswa Tangerang Utara Desak Tanggung Jawab Pemerintah
Kekuasaan Tanpa Koreksi: Jalan Sunyi Menuju Krisis Demokrasi 
Trump, Iran, dan Mitos Kemenangan Instan
Negara, Propaganda, dan Publik yang Semakin Kritis
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:22 WIB

Kekuasaan Tanpa Moral: Jalan Sunyi Menuju Kehancuran

Kamis, 23 April 2026 - 01:03 WIB

Trump, Iran, dan Ilusi Perdamaian: Politik Ketidakpastian sebagai Senjata

Jumat, 17 April 2026 - 13:26 WIB

66 Tahun PMII: Refleksi Kritis dan Kegagalan IKA PMII Kota Tangerang

Kamis, 16 April 2026 - 14:37 WIB

Prestise atau Strategi? Dilema Indonesia dalam Kemitraan Militer dengan AS

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Jembatan Kalibaru Rusak Lagi, Mahasiswa Tangerang Utara Desak Tanggung Jawab Pemerintah

Berita Terbaru

Opini

Kekuasaan Tanpa Moral: Jalan Sunyi Menuju Kehancuran

Rabu, 29 Apr 2026 - 18:22 WIB

Evakuasi korban kecelakaan antara kereta api Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 (Foto: Tangkapan Layar)

Jawa Barat

Kecelakaan Beruntun KAI di Jalur Blue Line Commuter Line

Selasa, 28 Apr 2026 - 10:13 WIB