Demokrasi Hampir Mati, Aksi Solidaritas dan Refleksi Reformasi Diguyur Hujan

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 21:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, PUSATBERITA – Elemen mahasiswa Kota Tangerang menggelar aksi lanjutan Aksi Solidaritas dan Refleksi Reformasi di Bundaran Tugu Adipura Kota Tangerang pada Rabu, (21/5) 2025. Di tengah aksi, hujan deras mengguyur lokasi aksi.

Beberapa jam sebelum aksi dimulai cuaca memang agak mendung bahkan sempat hujan deras sedari siang. Langit abu-abu seolah menandakan hujan akan turun.

Massa aksi itu serentak berinisiatif membentangkan spanduk sebagai perangkat aksi untuk melindungi diri dari air hujan. Mereka bertahan di lokasi aksi sambil tetap menyampaikan aspirasi meski hujan turun semakin deras.

Koordinator aksi Aditya Nugraha berusaha meyakinkan massa aksi untuk tetap solid menyuarakan ekspresinya.

“Hari ini langit juga mendukung dan seakan bersedih dalam memperingati pahlawan reformasi terkhusus yang dibunuh dan hilang oleh negara,” Kata Aditya dalam orasinya.

Dalam aksi solidaritas dan refleksi reformasi ini, sejumlah elemen mahasiswa menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto. Menurut Aditya, aksi hari ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap negara yang masih jauh dari tugas konstitusinya mensejahterakan rakyat.

Ada beberapa poin tuntutan yang dibawa oleh massa aksi tersebut, yakni waspada kembalinya UUD 1945 asli sebagai Tata Hukum Politik dan Tata Tertib Pemerintahan.

Baca Juga :  Ketua DPC PKB Termuda di Banten, Hafidz Firdaus Siap Besarkan PKB Kota Tangerang

Aditya meyakini jika itu sampai terjadi maka keadaan demokrasi kita akan mati, sekaligus kedaulatan rakyat tidak ada gunanya lagi.

Selain itu tuntutan lainnya yaitu menghentikan program Makan Bergizi Gratis dan sekolah rakyat, yang dinilai tidak hanya menghamburkan uang negara.

“Iya hentikan MBG dan juga Sekolah Rakyat, ini akan menjadi persoalan yang laten. Sebab, sudah banyak di daerah-daerah yang menolak proyek MBG. Apalagi dengan (program) Sekolah Rakyat yang kami menilai sangat tidak efektif dalam pemerataan pendidikan,” tambah Aditya yang juga tergabung pada organisasi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Tangerang.

Massa aksi juga akan menuntut pemerintah untuk membatalkan sejumlah kebijakan, yaitu tarik TNI dari wilayah sipil-akademik yang meresahkan sebagian besar publik dan mahasiswa.

Masih Aditya, ia juga menyuarakan untuk tolak gelar pahlawan kepada Soeharto, yang secara historis di masa kepimpinan Soeharto terdapat 9 pelanggaran HAM berat, salah satunya pada peristiwa trisakti 1998 yang hingga hari ini belum diusut tuntas. Sangat tidak layak, ia berkata, pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo
Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit
Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
Kader HMI Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni Rapatkan Barisan
Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi
Gelorakan Dakwah Ekonomi, PB SEMMI Dorong Potensi Industri Olahraga Nasional
Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:45 WIB

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kader HMI Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni Rapatkan Barisan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB