Komite Suara Sipil Peringati Ancaman Proyek Geothermal Gepang Bagi Sungai Cisadane

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komite Suara Sipil membentangkan spanduk penolakan terhadap proyek panas bumi (geothermal), PUSAT BERITA

Komite Suara Sipil membentangkan spanduk penolakan terhadap proyek panas bumi (geothermal), PUSAT BERITA

TANGERANG, PUSATBERITA – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Komite Suara Sipil membentangkan spanduk penolakan terhadap proyek panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango, Sabtu malam, 15 November 2025.

‎Aksi dilakukan di Jembatan Kaca Sungai Cisadane, Kota Tangerang, sebagai simbol kekhawatiran atas ancaman pencemaran terhadap salah satu sungai terpenting di Banten dan Jawa Barat.

‎Topan Bagaskara, Humas Komite Suara Sipil, mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk peringatan dini kepada publik bahwa proyek tersebut berpotensi mengancam sumber air jutaan warga.

‎Ancaman di Cagar Biosfer Dunia

‎Gunung Gede Pangrango, yang masuk jaringan Cagar Biosfer Dunia UNESCO sejak 1977, merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem hutan serta sumber daya air. Status ini menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak boleh dieksploitasi secara bebas, khususnya oleh proyek dengan risiko tinggi seperti geothermal.

‎Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menjadi hulu bagi empat Daerah Aliran Sungai (DAS) besar: Citarum, Cimandiri, Cisadane, dan Ciliwung. Tercatat terdapat 94 titik mata air dengan total debit mencapai 594,6 miliar liter per tahun, yang memasok kebutuhan air bersih bagi sekitar 30 juta penduduk.

‎“Air adalah sumber penghidupan. Jika rusak, maka selesai sudah kehidupan kami,” ujarnya.

‎Proyek Geothermal Bergerak Senyap Sejak 2022

‎Eksplorasi geothermal oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango, anak usaha dari Sinar Mas, dilaporkan meningkat sejak 2022. Aktivitas meliputi pembukaan akses jalan, pematokan lahan, hingga pembelian lahan warga di Kecamatan Pacet dan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

‎Warga menilai kehadiran proyek dapat menghilangkan ruang hidup, mengganggu debit air, dan merusak kawasan hutan lindung. Titik pengeboran (wellpad) disebut berada di dekat sumber mata air yang selama ini menopang kebutuhan sehari-hari.

‎Risiko Lingkungan: Gas Beracun, Limbah B3, dan Ancaman Geologi

‎Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mencatat sejumlah insiden dalam industri geothermal, termasuk korban jiwa di Mandailing Natal dan Dieng, serta kasus keracunan gas hidrogen sulfida (H₂S).

‎Penelitian PPSDM Migas oleh Wahyu Mei Trianto dan Sulistyono menunjukkan bahwa limbah brine dan sludge dari PLTP dapat mengandung H₂S, merkuri (Hg), arsen (As), minyak, dan B3 lainnya. Jika bocor ke lingkungan, cemaran ini dapat merusak ekosistem air, tanah, serta membahayakan kesehatan manusia.

‎Selain itu, eksploitasi geothermal berpotensi memicu subsiden, kerusakan habitat, hingga gempa kecil akibat gangguan struktur geologi.

‎Kekhawatiran Pencemaran Sungai Cisadane

‎Komite Suara Sipil menilai proyek geothermal Gede Pangrango dapat menimbulkan risiko serius terhadap Sungai Cisadane, yang menjadi sumber air baku PDAM, irigasi pertanian, dan kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat Banten dan sebagian Jawa Barat.

‎“Konflik agraria seperti ini selalu muncul dari praktik ekstraktivisme yang merampas ruang hidup rakyat. Semua dibungkus dengan nama pembangunan,” ujar Topan.

‎Warga Kukuh Menolak

‎Topan mengatakan, masyarakat di sekitar kawasan TNGGP menegaskan penolakan mereka terhadap proyek geothermal. Menurut mereka, kata dia, ancaman ekologis jauh lebih besar daripada manfaat energi yang dijanjikan.

‎“Kami mendesak pemerintah menghentikan proyek tersebut dan mengakomodasi suara masyarakat demi menjaga kelestarian cagar biosfer dunia yang menjadi sumber air puluhan juta penduduk,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:55 WIB

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Senin, 23 Maret 2026 - 09:22 WIB

10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Maret 2026 - 00:04 WIB

Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB