Silang Pendapat PIM-KCD Kota Tangerang Soal Pungli SMK Excellent

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 19:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daniel Nainggolan, Ketua Poros Intelektual Muda (Foto/istimewa).

TANGERANG, PUSATBERITA – Proses klarifikasi yang dilakukan Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah Kota Tangerang terkait dugaan pungutan liar di SMK Excellent 1 Kota Tangerang menuai kritik keras dari Poros Intelektual Muda (PIM).

‎Ketua PIM, Daniel Nainggolan, mempertanyakan independensi serta kedalaman pemeriksaan KCD yang menyimpulkan bahwa tidak ada aturan yang dilanggar dalam persoalan tersebut.

‎”Justru ini memunculkan serangkaian pertanyaan baru, terutama mengenai keseragaman narasi antara sekolah dan lembaga pengawas,” ucap Daniel.

‎Keterangan terpisah, Kepala Seksi (Kasi) SMK dan SKH, Umu Salamah mengatakan terkait pembiayaan administrasi bahwa biaya tersebut diperuntukan untuk peserta yang NIK di luar Provinsi Banten.

‎”Sesuai pasal 7 bahwa Program Sekolah Gratis itu diperuntukkan Warga yang mempunyai NIK Provinsi Banten, untuk siswa selain warga Banten itu tidak di biayai oleh program sekolah gratis,” ucap Umu saat ditemui di Kantor, Jumat, (7/11) 2025.

‎Namun, Daniel menepis keterangan tersebut dengan menjelaskan bahwa PIM memiliki bukti adanya masyarakat Kota Tangerang yang melakukan pembayaran biaya administrasi.

Baca Juga :  Arus Penyeberangan Nataru H+9: Penumpang Meningkat, Total Kendaraan Menurun

‎”Kami memiliki bukti ada warga Kota Tangerang juga membayar sebesar yang dimintai SMK Excellent,” tegas Daniel.

‎Menurut Daniel, pola seperti ini sudah sering menjadi dalih yang digunakan sekolah swasta untuk menghindari kategori pungutan.

‎Selain itu, Daniel juga menyoroti tidak adanya audit pada pengelolaan dana LDKS sebesar Rp450.000 per siswa.

‎Dalam dokumen klarifikasi, tidak satu pun catatan kritis yang diberikan KCD kepada pihak sekolah. Semua pernyataan sekolah dibenarkan, tanpa verifikasi silang yang terlihat.

‎Oleh karenanya, Poros Intelektual Muda mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk menginstruksikan audit ulang, terutama pada komponen biaya administrasi , biaya seragam sekolah yang dikelola koperasi dan biaya kegiatan eksternal seperti LDKS.

‎Terakhir, Daniel menerangkan kualitas pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah tidak berjalan dengan baik.

‎“Jika KCD tidak mampu menjalankan pengawasan yang tegas, maka publik akan mempertanyakan siapa yang sebenarnya dilayani: siswa, atau pihak sekolah?” ujar Daniel.

‎Tidak berhenti sampai disini, Daniel berkata, persoalan ini segera akan kami tindaklanjuti sampai ke pucuk pimpinan.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Seni Betawi Semarakkan Hajatan Budaya Batuceper 2026
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Berita ini 30 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Berita Terbaru

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB

Foto: Yoyok/Humas Kemensetneg

Nasional

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:19 WIB

Massa dari Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang rapat DPRD DIY, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pemakzulan Gibran, rabu (24/11) siang (Foto/radioelshinta)

Yogyakarta

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:59 WIB