Bank Dunia Ungkap 68% Warga RI Miskin, BPS Mendadak Batal Umumkan Rilis

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPS Tunda Rilis Data Kemiskinan dan Ketimpangan Secara Mendadak. (Foto: Inews Media Group)

BPS Tunda Rilis Data Kemiskinan dan Ketimpangan Secara Mendadak. (Foto: Inews Media Group)

JAKARTA, PUSATBERITA – Badan Pusat Statistik (BPS) secara tiba-tiba menunda pengumuman data Profil Kemiskinan di Indonesia Semester I-2025 dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Semester I-2025 yang seharusnya dijadwalkan dirilis Selasa (15/7) 2025 pukul 11.00 WIB.

‎Penundaan tersebut diumumkan melalui laman resmi BPS. “Mohon maaf kami sampaikan bahwa, mengacu kepada pengumuman resmi BPS di website (www.bps.go.id), bersama ini kami sampaikan penundaan Rilis Kemiskinan dan Tingkat Ketimpangan,” dalam keterangan tertulis di laman resmi BPS.

‎BPS juga menjelaskan bahwa penundaan dilakukan untuk memastikan ketepatan dan kualitas data. Lembaga ini menyebut perlunya waktu tambahan sebelum pengumuman lebih lanjut.

‎“Dalam rangka memastikan ketepatan dan kualitas data, Badan Pusat Statistik (BPS) akan menunda waktu rilis angka kemiskinan dalam beberapa waktu yang akan kami umumkan segera,” tulis BPS dalam pengumuman tersebut.

‎Lembaga statistik nasional ini juga menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan sebagai bentuk komitmen menghadirkan data dan informasi statistik yang akurat dan dapat dipercaya oleh publik.

Baca Juga :  Aksi Hardiknas, PII Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Kurikulum Merdeka Hingga KIP

‎Penundaan ini memunculkan spekulasi publik, terutama karena berlangsung di tengah sorotan terhadap perbedaan tajam antara data kemiskinan versi BPS dan standar baru Bank Dunia.

‎Pada Juni 2025, Bank Dunia mengumumkan pembaruan metode perhitungan garis kemiskinan menggunakan basis Purchasing Power Parity (PPP) 2021, menggantikan standar PPP 2017.

‎Dalam laporan Update to the Poverty and Inequality Platform (PIP), Bank Dunia mengubah garis kemiskinan ekstrem dari USD2,15 menjadi USD3,00 per hari, serta memperkenalkan batas untuk negara berpendapatan menengah ke atas sebesar USD8,30 per hari.

‎Revisi tersebut menyebabkan lonjakan jumlah penduduk miskin di Indonesia versi Bank Dunia menjadi 68,25% dari total populasi 285,1 juta jiwa, atau sekitar 194,6 juta orang. Angka ini sangat berbeda dibandingkan dengan data BPS terakhir pada September 2024 yang mencatat tingkat kemiskinan sebesar 8,57% atau sekitar 24,06 juta jiwa.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purbaya Dicopot, Fathorrahman Soroti Pengaruh Jokowi hingga Oligarki
‎Emrus Ungkap Komunikasi Prabowo-Purbaya Dingin, Isu Pangkas MBG Disorot
SEMMI Tangerang Soroti Pencopotan Purbaya Usai Bicara Pangkas MBG
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Purbaya Dicopot, Fathorrahman Soroti Pengaruh Jokowi hingga Oligarki

Senin, 14 September 2026 - 23:30 WIB

‎Emrus Ungkap Komunikasi Prabowo-Purbaya Dingin, Isu Pangkas MBG Disorot

Senin, 14 September 2026 - 19:51 WIB

SEMMI Tangerang Soroti Pencopotan Purbaya Usai Bicara Pangkas MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan

Berita Terbaru

Foto ilustrasi umat Kristiani beribadah (Foto/istimewa)

Banten

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:01 WIB

Fogging Graha Yadika, Rapid Indonesia dan Damkar Sisir Sarang Nyamuk (foto/istimewa)

Banten

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:30 WIB