Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah di Trotoar JLS Cilegon

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, PUSAT BERITA – Tumpukan sampah kembali terlihat di trotoar Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon, tepatnya di wilayah Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Padahal, belum genap sebulan sejak lokasi tersebut dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Cilegon.

Sebelumnya, tumpukan sampah di lokasi yang sama sempat viral di media sosial. Merespons hal itu, DLHK Kota Cilegon turun tangan dengan mengerahkan satu unit mobil pengangkut sampah untuk membersihkan area tersebut.

Tidak hanya itu, pemerintah desa setempat pun juga telah memasang spanduk imbauan yang memuat larangan dan sanksi terhadap pembuangan sampah sembarangan.

Namun, imbauan tersebut tampaknya belum efektif. Trotoar masih dijadikan tempat pembuangan sampah, terutama pada waktu subuh, oleh oknum warga yang melintas.

“Imbauan saja tidak cukup. Buktinya, sampah terus menumpuk. Saya rasa perlu tindakan yang lebih konkret, seperti penyediaan bak sampah di lokasi atau bahkan menutup akses trotoar agar tidak dijadikan tempat buang sampah lagi,” ujar Hedian (27), warga sekitar, Selasa (27/5/2025).

Baca Juga :  Melalui Bimtek Dinsos Kota Tangerang Tingkatkan Kompetensi Pekerja Sosial Masyarakat

Menurut warga, lokasi tersebut kerap dilalui pengendara maupun pejalan kaki. Keberadaan sampah yang membusuk menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Bau busuknya sangat mengganggu, apalagi kalau lewat pagi hari. Trotoar itu jadi tidak nyaman karena dijadikan tempat pembuangan sampah,” tambahnya.

Sampah yang menumpuk di lokasi mayoritas berasal dari limbah domestik atau sampah rumah tangga.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran lingkungan.

Diketahui, sampah organik yang membusuk menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan tikus, yang merupakan vektor penyakit seperti diare, demam berdarah, tifus, hingga leptospirosis.

Selain itu, air lindi yang merembes dari sampah dapat mencemari tanah dan selokan, sehingga memperbesar risiko penyebaran bakteri dan virus di lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan
Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam
Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas
Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan
Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:25 WIB

Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:56 WIB

Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21 WIB

Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Gerhana Matahari Total diperkirakan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. BMKG menyatakan fenomena tersebut tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Foto: BMKG.

Nasional

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agu 2026 - 02:55 WIB

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB