CELIOS Sebut Bank Indonesia Perlu Tinjau Putusan Burden Sharing

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Executive Celios

JAKARTA, PUSATBERITA – Center of Economics and Law Studies (CELIOS) mengingatkan Bank Indonesia (BI) agar tetap menjaga independensi, terutama terkait pembagian beban bunga (burden sharing) dengan Kementerian Keuangan untuk mendukung program ekonomi kerakyatan dalam Asta Cita.

‎Bhima Yudhistira Direktur Eksekutif CELIOS dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, mengatakan keputusan “burden sharing” perlu ditinjau dengan mempertimbangkan urgensi kesepakatan ini.

‎Pasalnya, “burden sharing” seharusnya diambil ketika perekonomian menghadapi krisis, seperti saat pandemi COVID-19. Sementara saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,12 persen pada kuartal II-2025.

‎“Kalau pertumbuhannya di atas 5 persen, berarti bukan dalam kondisi krisis,” kata Bhima seperti dilaporkan Antara.

‎Oleh karena itu, Bhima menyoroti urgensi intervensi moneter dalam kebijakan fiskal kali ini. “Independensi Bank Indonesia itu harga mati,” tambahnya.

‎Bhima khawatir keputusan ‘cetak uang’ BI bisa mempengaruhi tingkat inflasi, lantaran uang yang beredar lebih banyak tanpa didukung peningkatan permintaan masyarakat.

‎Beban fiskal yang dilimpahkan ke moneter juga dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas keuangan. Lebih jauh, dia menyinggung kemungkinan dampaknya merambat pada penurunan rating utang Indonesia.

‎Sebelumnya, Perry Warjiyo Gubernur BI menyampaikan “burden sharing” dengan Kemenkeu bertujuan menekan beban fiskal pemerintah sehingga bank sentral turut mendorong pendanaan program ekonomi kerakyatan menjadi lebih terjangkau.

Baca Juga :  Wamenpora Taufik Dorong Pebulu Tangkis Muda di Indonesia Masters Tetap Jaga Konsistensi ‎

‎Sebagai bagian dari kebijakan moneternya yang ekspansif, BI membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder. Sebagian dana dari hasil pembelian SBN kemudian dialokasikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk program ekonomi kerakyatan, seperti perumahan rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

‎BI dan Kemenkeu telah sepakat membagi beban bunga SBN melalui mekanisme “burden sharing”, masing-masing menanggung setengah.

‎Perry mencontohkan, untuk pendanaan perumahan rakyat, beban efektif masing-masing pihak sebesar 2,9 persen. Sementara untuk Koperasi Desa Merah Putih, bunga efektifnya 2,15 persen.

‎Berdasarkan data terkini, Perry menyebutkan bahwa bank sentral telah membeli SBN dari pasar sekunder sekitar Rp200 triliun.

‎Langkah ini tetap dilakukan secara hati-hati dan prudent karena merupakan bagian dari kebijakan moneter ekspansif yang menambah likuiditas di sistem keuangan.

‎Intervensi BI melalui “burden sharing” pun dikatakan sejalan dengan peran BI sebagai pemegang kas Pemerintah sebagaimana Pasal 52 UU Bank Indonesia No. 23 Tahun 1999 sebagaimana terakhir diubah dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang P2SK juncto Pasal 22 serta selaras dengan Pasal 23 UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 1.914 Jiwa Ngungsi di GOR Gembor Akibat Tanggul Kali Sabi Jebol
Prabowo Tekankan Pembahasan Sistem Pemilu Demi Kepentingan Rakyat
Gerakan Rakyat Resmi Transformasi Sebagai Partai Politik
Partai Gema Bangsa Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
Partai Gema Bangsa Resmi Deklarasi Siap Dukung Prabowo Pilpres 2029
Penemuan Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Onic Esport Akhirnya Lolos Knockout Stage M7 World Championship
19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:19 WIB

Sebanyak 1.914 Jiwa Ngungsi di GOR Gembor Akibat Tanggul Kali Sabi Jebol

Senin, 19 Januari 2026 - 20:28 WIB

Prabowo Tekankan Pembahasan Sistem Pemilu Demi Kepentingan Rakyat

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:37 WIB

Gerakan Rakyat Resmi Transformasi Sebagai Partai Politik

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:15 WIB

Partai Gema Bangsa Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:06 WIB

Partai Gema Bangsa Resmi Deklarasi Siap Dukung Prabowo Pilpres 2029

Berita Terbaru