Kota Makmur, Namun Warganya Menderita: IMC Mengecam Kepemimpinan Robinsar – Fajar

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILEGON – PUSATBERITA, Memasuki hari ke-100 pemerintahan Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) mengadakan aksi untuk refleksi dan penilaian kinerja di depan Kantor Wali Kota Cilegon pada Rabu, 11 Juni 2025.

Dalam aksi yang bertajuk “Kota Kaya, Pemerintah Bersantai, Masyarakat Menderita,” IMC menyampaikan kritik tajam terhadap stagnasinya kebijakan dan kurangnya dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sejak pasangan Robinsar–Fajar menjabat.

Ketua Umum IMC, Ahmad Maki, menyatakan bahwa Cilegon, yang dikenal sebagai kota industri dengan potensi ekonomi yang besar, belum menunjukkan perbaikan di sektor pelayanan publik yang mendasar.

“Pemerintah tampak betah berada di posisi kekuasaan, tetapi melupakan kewajiban untuk bersama rakyat,” kata Maki dengan tegas.

Dalam orasinya, ia menyoroti beberapa masalah struktural yang hingga kini belum ditangani dengan serius. Mulai dari ketidakmerataan fasilitas pendidikan, tingginya tingkat pengangguran, hingga kondisi infrastruktur publik yang buruk di berbagai daerah.

“Kota ini kaya, tetapi kekayaan itu tidak berujung pada kesejahteraan. Pendidikan masih berkualitas rendah, pemuda kehilangan arah karena kurangnya kebijakan terkait lapangan kerja, dan layanan kesehatan tampak dibiarkan seadanya. Sementara itu, daerah kumuh tetap tidak terurus, dan warga kesulitan mengakses informasi publik yang seharusnya mereka dapat,” ungkap Ahmad Maki.

IMC berpendapat, dalam seratus hari awal pemerintahan Robinsar–Fajar, belum tampak inovasi yang berarti. Justru, kepemimpinan ini dinilai pasif dan mengabaikan kebutuhan mendesak untuk perbaikan di berbagai bidang.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Ambruknya TPT SMPN 15 Cilegon

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual, IMC mengajukan enam tuntutan kepada pemerintah kota:

1. Penyebaran sarana dan prasarana pendidikan yang merata di seluruh wilayah Kota Cilegon.

2. Kebijakan yang jelas dan terukur untuk menurunkan angka pengangguran.

3. Pembangunan infrastruktur publik yang merata, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

4. Penanganan serius terhadap daerah kumuh sebagai bentuk penghormatan atas hak untuk tempat tinggal yang layak.

5. Peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan untuk seluruh lapisan masyarakat.

6. Implementasi keterbukaan informasi publik demi menjamin hak partisipasi warga dan transparansi pemerintahan.

Ahmad Maki mengakhiri pernyataannya dengan peringatan tegas kepada para pemimpin daerah. “Cukup sudah bersantai. Jika tidak mampu bekerja untuk rakyat, lebih baik mundur. Kota ini tidak memerlukan pemimpin yang sekadar berjanji, tetapi yang benar-benar menjalankan tugasnya,” kata Maki dengan tegas.

Aksi ini menandai awal dari rangkaian pengawasan kebijakan oleh IMC selama lima tahun mendatang. Mereka menegaskan bahwa ketidakaktifan warga bukan berarti tidak peduli, melainkan sedang menunggu siapa yang berani benar-benar berpihak.


Artikel Lain: Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah di Trotoar JLS Cilegon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
SEMMI Tangerang Soroti Kantor Satpol PP Tutup di Jam Kerja
Nara JW Law Firm bersama Erawijaya Consultant dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:55 WIB

Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:33 WIB

BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:47 WIB

Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper

Berita Terbaru

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB