Launching Nawal Institute Soroti Persoalan Sungai Cisadane

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 22:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nawal Institute diperkenalkan kepada publik melalui dialog bertajuk “Merawat Sungai Cisadane: Dari Kesadaran Ekologis Menuju Gerakan Bersama” (Doc. Ist/PB)

Nawal Institute diperkenalkan kepada publik melalui dialog bertajuk “Merawat Sungai Cisadane: Dari Kesadaran Ekologis Menuju Gerakan Bersama” (Doc. Ist/PB)

TANGERANG, PUSATBERITA – Nawal Institute resmi diperkenalkan kepada publik melalui dialog bertajuk “Merawat Sungai Cisadane: Dari Kesadaran Ekologis Menuju Gerakan Bersama” di The Tonito Gayo Coffee, Kota Tangerang, Rabu (2/9/2026).

‎Dialog tersebut menjadi agenda perdana Nawal Institute, ruang yang diinisiasi untuk mendorong diskusi, kajian, dan gagasan mengenai persoalan masyarakat. Nawal Institute berfokus pada isu kesadaran ekologis, kesehatan mental, dan hak asasi manusia (HAM).

‎Dialog perdana Nawal Institute mempertemukan tiga sudut pandang dalam membaca persoalan Cisadane, mulai dari kesadaran ekologis bersama Topan Bagaskara, pengalaman gerakan masyarakat bersama Pahrul Roji dari Saba Alam Indonesia Hijau, hingga pengelolaan air dan kelembagaan daerah bersama Doddy Effendy, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang.

‎Inisiator Nawal Institute, Ervin Suryono, mengatakan Sungai Cisadane dipilih sebagai tema perdana karena menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari sampah hingga dugaan pencemaran dari aktivitas usaha di sekitar bantaran.

‎“Diskusi ini berangkat dari keresahan dan kekhawatiran kami melihat kondisi Sungai Cisadane. Ada persoalan sampah maupun dugaan pencemaran dari aktivitas perusahaan di sekitar bantaran sungai yang perlu menjadi perhatian bersama,” ucap Ervin.

‎Menurut Ervin, persoalan Cisadane tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terlibat dalam menjaga keberlanjutan sungai.

Baca Juga :  Hadiri Maulid Nabi Lurah Benda Ajak Warga Teladani Akhlak Nabi

‎“Cisadane merupakan sumber air yang dimanfaatkan masyarakat melalui sistem penyediaan air. Karena itu, menjaga kualitas sungai bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat,” kata Ervin.

‎Karena itu, Ervin berharap dialog tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi. Nawal Institute berencana melanjutkannya melalui riset mengenai kualitas air Sungai Cisadane sekaligus mendorong gerakan bersama.

‎“Harapan kami, diskusi ini tidak berhenti pada forum saja. Ke depan, mudah-mudahan Nawal Institute bisa melakukan gerakan bersama dan riset terkait kualitas air Sungai Cisadane,” ujar Ervin.

‎Riset tersebut diharapkan menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi Cisadane. Hasil kajian tidak hanya menjadi bahan edukasi, tetapi juga dapat melihat dampak persoalan lingkungan terhadap kualitas hidup masyarakat serta pemenuhan hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

‎Pendekatan tersebut sejalan dengan tiga fokus Nawal Institute yang dipandang saling berkaitan dalam membaca persoalan masyarakat.

‎“Kami ingin Nawal Institute menjadi ruang untuk membaca persoalan, melakukan riset, berdiskusi, kemudian bersama-sama mencari jalan keluarnya,” kata Ervin.

‎Dialog tentang Cisadane menjadi langkah awal Nawal Institute membangun ruang intelektual yang menghubungkan riset, edukasi, dan gerakan sosial. Dari isu ekologis, ruang tersebut diharapkan berkembang untuk membaca berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan kesehatan mental dan hak asasi manusia.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Milad Perumda TB, Sachrudin: Layanan Harus Kian Andal
PRIMA DMI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Digitalisasi Remaja Masjid, Dorong Dakwah dan Tata Kelola Organisasi yang Profesional
Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!
Tertibkan aset desa, Kades Mekarjaya Ali Gojali Pastikan Pengukuran Aset Desa dan Pemasangan Patok Tanah Rampung
Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara
Kasus Intoleransi Rajeg, Aji Cahyono Putra Jadi Tersangka
Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan
Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Milad Perumda TB, Sachrudin: Layanan Harus Kian Andal

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:38 WIB

PRIMA DMI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Digitalisasi Remaja Masjid, Dorong Dakwah dan Tata Kelola Organisasi yang Profesional

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tertibkan aset desa, Kades Mekarjaya Ali Gojali Pastikan Pengukuran Aset Desa dan Pemasangan Patok Tanah Rampung

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Berita Terbaru

Foto/PDAM Tirta Benteng

Banten

Milad Perumda TB, Sachrudin: Layanan Harus Kian Andal

Senin, 12 Okt 2026 - 15:49 WIB