Suasana akrab dan penus antusias terasa di RPTRA Mutiara, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (14/2). Warga dari berbagai kalangan berkumpul dalam forum diskusi bertajuk “Bingkai Harapan: Merangkai Masa Depan Indonesia”, sebuah ruang ngobrol santai yang justru melahirkan pembahasan serius soal masa depan ekonomi keluarga.
Kegiayan ini diikuti ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus organisasi kemasyarakatan. Hari sebagai narasumber antara lain Ketua PC IKA PMII Jakarta Utara Ratunissa, Konsultan dan Auditor Legalitas Roni Saputra, serta eks Anggota DPR RI periode 2019-2024 Yanuar Prihatin.
Mengubah pola pikir, dari bertahan hidup ke bertumbuh
Dalam diskusi, Roni Saputra mengungkapkan bahwa hambaran terbesar dalam pendampingan ekonomi keluarga buka sekadar keterbatasan modal, melainkan persoalan kepercayaan diri. Banyak ibu rumah tangga, menurutnya, masih terjebak pada pola pikir bertahan hidup di tengah ekonomi yang tidak stabil.
Pendekatan yang dilakukan adalah edukasi kewirausahaan sederhana, pengelolaan keuangan rumah tangga, dan pemanfaatan potensi lokal. Ia juga menekankan pentingnya legalitas usaha.
“Legalitas seperti izin usaha dan sertifikasi halal bukan hanya administrasi, tetapi pintu masuk peningkatan kesejahteraan. Produk keluarga akan lebih dipercaya pasar, akses pembiayaan terbuka, dan peluang berkembanga semakin besar,” jelas Roni.
Masalah riil rumah tangga
Ratunissa menyoroti persoalan yang kerap dihadapi keluarga berpenghasilan rendah, mulai dari sulitnya kses permodalan, minimnya literasi keuangan, hingga tekanan psikologis akibat beban ekonomi.
Melalui organisasi yang dipimpinnya, ia berkomitmen menghadirkan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro, serta membangun jaringan solidaritas antarwarga. Ia menilai persoalan ekonomi keluarga tidak bisa diselesaikan satu pihak saja.
“Kolaborasi antara organisasi, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi cunci agar solusi bernar-banar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kekuatan Ibu dalam Ketahanan Keluarga
Sementara itu, Yanuar Prihatin menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga merupakan fondasi ketahanan keluarga. Ketangguhan mental, kasih sayang kepada anak, dan semangat memperbaiki kehidupan menjadi modal sosial yang besar.
Ia mendorong penguatan komunitas tingkat RT/RW, akses pelatihan kerja, serta pengembangan usaha produktif sesuai potensi wilayah Marunda. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menyaksikan perubahan, tetapi perlu terlibat langsung menjadi bagian dari solusi.
Dari diskusi ke aksi
Forum “Ngobrol Santai” ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkup paling kecil: keluarga. Pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, warga Marunda menaruh harapan bahwa langkah kecil dari lingkungan mereka dapat berkontribusi pada masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
Penulis : Devis Mamesah
Editor : Redaktur











