EN LMND Mengecam Keras Brutalitas Aparat di Maluku: Bukti Reformasi Polri Hanya Gimmick

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua EN LMND, Yoga Aldo Novensi (Foto: Istimewa)

Ketua EN LMND, Yoga Aldo Novensi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITAEksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) mengecam keras dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob di Maluku yang menyebabkan seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia. Minggu, (22/2/2026).

Peristiwa ini kembali menyeret institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia ke dalam sorotan tajam publik dan memicu kemarahan masyarakat luas.

Berdasarkan informasi yang beredar, oknum anggota Brimob di bawah Polda Maluku diduga melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia. Saat ini, kasus tersebut tengah diproses secara pidana dan etik internal kepolisian.

Ketua Umum Eksekutif Nasional LMND, Yoga Aldo Novensi, menegaskan bahwa tragedi ini bukan sekadar tindakan individual, melainkan persoalan struktural dalam tubuh aparat penegak hukum.

“Kami mengutuk keras tindakan brutal yang merenggut nyawa seorang pelajar. Aparat negara seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan menjadi sumber ketakutan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa budaya kekerasan dalam tubuh aparat belum benar-benar hilang,” tegas Yoga Aldo Novensi dalam pernyataan resminya, Minggu (22/2/2026).

EN LMND menilai peristiwa ini sebagai indikator nyata kegagalan reformasi kepolisian dalam mengubah kultur represif yang masih menggunakan pendekatan kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk anak-anak.

Menurut Yoga Aldo Novensi, reformasi Polri selama ini masih bersifat administratif dan belum menyentuh akar persoalan budaya serta sistem pengawasan internal.

“Jika kasus kekerasan aparat terhadap warga sipil, apalagi terhadap anak-anak, masih terus terjadi, maka ini adalah alarm keras bahwa reformasi Polri berjalan setengah hati. Negara tidak boleh membiarkan kultur kekerasan dipelihara dalam institusi yang seharusnya menjamin keamanan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga :  Mabes TNI Buka Suara Wacana Konsep Pam Swakarsa

EN LMND mendesak Presiden Republik Indonesia dan Kapolri untuk segera mempercepat reformasi menyeluruh di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya dalam aspek penguatan perlindungan anak dalam setiap prosedur penanganan lapangan, perubahan pendekatan dalam penanganan konflik sipil yang mengedepankan prinsip humanis dan proporsional, pembenahan sistem pendidikan serta budaya etika profesi kepolisian, serta penguatan mekanisme pengawasan independen guna mencegah praktik impunitas.

“Reformasi kepolisian tidak boleh berhenti pada slogan. Harus ada pembenahan total, dari sistem pendidikan, pola komando, hingga mekanisme pengawasan. Tanpa itu, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan terus tergerus,” tambahnya.

Selain menuntut proses hukum yang transparan dan terbuka di peradilan umum, EN LMND juga meminta agar keluarga korban mendapatkan perlindungan hukum, pendampingan psikososial, serta kompensasi yang adil sebagai bentuk tanggung jawab negara atas hilangnya nyawa seorang anak.

Menutup pernyataannya, Yoga Aldo Novensi menyerukan solidaritas mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan sepenuhnya.

“Demokrasi tidak boleh berdiri di atas ketakutan rakyat terhadap aparat. Negara hukum harus menjamin perlindungan hak setiap warga negara, terutama anak-anak. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” tutupnya.

EN LMND menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD
INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup
‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI
‎PWI LS Datangi Polda Metro Jaya Terkait Kasus Zain Bin Smith
Bupati Pekalongan Terjerat OTT KPK di Semarang
PB PII Gelar Aksi Respon Kasus Represifitas Polri Terhadap Pelajar
Kemhan Siapkan 4000 ASN Jadi Komcad Mulai April 2026
PB PII Kolaborasi Bersama Laznas Bakrie Amanah: Salurkan 50 Paket Santunan untuk Yatim di Asrama Yatim Mandiri Jakarta
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Maret 2026 - 19:08 WIB

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:38 WIB

‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:52 WIB

‎PWI LS Datangi Polda Metro Jaya Terkait Kasus Zain Bin Smith

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:02 WIB

Bupati Pekalongan Terjerat OTT KPK di Semarang

Berita Terbaru

Pakar ekonomi, Ferry Latuhihin terang-terangan membantah narasi pemerintah yang mengklaim MBG sebagai investasi (foto: istimewa).

Pilihan Redaksi

‎Kritik Program MBG Bakar Duit, Krisis 1998 Mengintai

Selasa, 10 Mar 2026 - 17:08 WIB

Anggota DPR RI, Mukhtaruddin Ashraff Abu (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Mar 2026 - 19:39 WIB

Ketua Umum KB PII, Nasrullah Larada Saat Berikan Sambutan dalam Penutupan INRA EXPO KB PII 2026 (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Nasional

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Senin, 9 Mar 2026 - 19:08 WIB

Redaksi Media Posbanten.com menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) dan Santuan di wilayah Kelurahan Sumur Pacing Kecamatan Karawaci (Foto: Istimewa)

Banten

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Senin, 9 Mar 2026 - 01:34 WIB

Opini

Fenomena Kesehatan Mental Tren Dalam Media Sosial

Minggu, 8 Mar 2026 - 22:04 WIB