SMIT Sebut Pemkot Tangerang Tak Boleh Legalkan Miras dan Prostitusi

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Sekjend SMIT/Istimewa)

(Foto: Sekjend SMIT/Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Solidaritas Masyarakat Islam Tangerang (SMIT) menyoroti keputusan Pemerintah Kota Tangerang terkait Revisi Peraturan Daerah (Perda) No. 7 dan 8 Tahun 2005 masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2026 Kota Tangerang.

‎Diketahui, Kedua Perda tersebut masing-masing membahas, yakni, Perda No. 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan dan Penjualan Minuman Beralkohol. Kemudian, Perda No. 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran.

‎Hal tersebut disampaikan, Sekjend SMIT, Rasikhul Ilmi Sulaeman menilai bahwa masuknya ke dalam Prolegda kedua Perda tersebut memiliki implikasi negatif yang berkaitan citra Kota Tangerang.

‎Keputusan blunder, Rasikhul berkata, jika disahkan makan akan berpotensi dilegalkannya minuman keras dan prostitusi. Kendati dengan mekanisme adanya zonasi untuk tempat-tempatnya.

‎”Akan mengundang banyak masyarakat ke daerah tersebut karena tanpa disadari itu menjadi alasan bahwa pemerintah sudah melegalkan,” ucap Rasikhul.

‎Lebih dari itu, Rasikhul sangat menyayangkan Pemerintah Kota maupun DPRD Kota Tangerang memutuskan sesuatu yang dapat menimbulkan gelombang besar dari masyarakat.

‎”Persoalan ini sangat dekat dengan mayoritas masyarakat religius, sehingga akan sangat sensitif menimbulkan protes,” kata Rasikhul.

Baca Juga :  Surat Pernyataan Menekan di Program OJT Kota Tangerang, Hingga Praktik Calo dan Titipan

‎Selain itu, Rasik menyinggung praktik prostitusi disebut telah bertransformasi dengan memanfaatkan media digital yang lebih canggih.

‎“Fenomena ini bukan hanya merusak citra pariwisata, tetapi juga mengancam moralitas generasi muda Kota Tangerang,” tegas Rasik.

‎Rasik menuturkan kekecewaan atas keputusan yang di ambil oleh Pemerintah. Dirinya menganggap bahwa alasan apapun yang dipakai, kedua Perda tersebut tidak boleh sampai disahkan.

‎”Apapun alasan yang dipakai oleh pemerintah, PAD ataupun alasan-alasan untuk melegalkan alkohol dan prostitusi lewat revisi Perda tersebut adalah bentuk pengkhianatan kepada masyarakat Tangerang,” tutur Rasik.

‎Terakhir Rasik menyampaikan, bahwa penyelesaian peredaran miras dan prostitusi selama ini belum menyentuh pada akar masalahnya. Terbukti peredaran miras dan prostitusi terus ada tiap tahunnya. Aturan yang hanya mengatur peredarannya secara legal dan bukan melarangnya. Di hukum karena menjual tanpa ijin bukan karena miras berbahaya.

‎”Jika sampai kedua Perda tersebut disahkan, jangan salahkan masyarakat turun ke jalan, dan saya pastikan masyarakat akan ada gerakan masif,” tutup rasik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir
Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh
Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:03 WIB

Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:21 WIB

Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:53 WIB

Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) Banten, Abdul Hakim (Foto/Istimewa).

Opini

Negara, Propaganda, dan Publik yang Semakin Kritis

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:23 WIB

Foto: Teknologi AI.

Opini

Prabowo Dalam Arus: Paranoid dan Totalitarian

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:12 WIB

Foto/istimewa.

Opini

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:32 WIB