100 Juta Warga Terancam Tak Punya Tabungan Pensiun di 2038

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya Kemenkeu Adi Budiarso. (Foto: B-Universe Photo/David Gita Roza)

Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya Kemenkeu Adi Budiarso. (Foto: B-Universe Photo/David Gita Roza)

‎JAKARTA, PUSATBERITA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperingatkan masyarakat Indonesia untuk rajin menabung, termasuk memiliki tabungan pensiun sebagai jaminan kemandirian finansial dan mempertahankan gaya hidup yang layak saat tidak lagi aktif bekerja.

‎Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan , dan Pembiayaan Lainnya Kemenkeu Adi Budiarso mengakui malas menabung menjadi kebiasaan buruk masyarakat Indonesia.

‎Hal ini menjalar hingga kebiasaan malas menabung untuk masa pensiun. Walhasil, banyak orang Indonesia yang memasuki usia pensiun, kesulitan finansial, ketergantungan pada orang lain, hingga ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar atau kesehatan.

‎Menurut Adi, ini merupakan ancaman serius bagi perekonomian nasional. Sebab, sebut saja dia, terdapat 100 juta orang Indonesia yang terancam tidak memiliki tabungan pensiun pada tahun 2038 mendatang.

‎”Kita punya potensi besar, tapi tantangan kita adalah kebiasaan kita, kebiasan kita, dan ini akan mendukung keamanan finansial ke depan. Karena kalau kita tidak punya tabungan pensiun, artinya nanti 100 juta penduduk Indonesia yang akan pensiun pada tahun 2038, itu langsung tidak punya tabungan hari tua,” ungkap Adi dalam acara Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis (12/2) 2026.

‎Berdasarkan data yang dipaparkan Adi, sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) pada klaster asuransi pensiun hanya memiliki pangsa pasar (market share) sebesar lima persen. Secara nasional, total pangsa pasar tabungan asuransi pensiun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya 13 persen.

Baca Juga :  Rapor Merah Kinerja Satu Tahun Prabowo-Gibran

‎Angka itu jauh tertinggal dibandingkan Malaysia dengan tingkat tabungan asuransi pensiunnya yang sudah mencapai 80 persen terhadap PDB. Apalagi dengan Australia yang tingkat tabungan asuransi pensiunnya mencapai 150 persen terhadap PDB.

‎“Australia sudah 150 persen dari PDB, karena kebiasaan menabungnya sudah dipupuk sejak muda, sejak mereka pertama bekerja. Jadi balik lagi, aspirasi yang besar kita tadi (menjadi raja ekonomi syariah dunia) harus kita mulai cocokan dengan perilaku masyarakat kita yang terlalu banyak ‘uang dikonsumsi, tapi tidak ditabung’,” kata Adi.

‎Dari data yang Adi paparkan, rata-rata masyarakat Indonesia hanya menabung sebesar tiga persen dari penghasilan (take home pay) yang diperoleh. Padahal jika ingin merdeka secara finansial, maka tingkat menabung terhadap penghasilan adalah sebesar 10 persen.

‎”Ini sudah harus dimulai sejak sekarang. Masyarakat kita yang penghasilannya rata-rata Rp6,6 juta, padahal rata-rata aslinya hanya Rp3,3 juta, harus nabung minimal 10 persen dari take home pay-nya. Itu wajib,” tegas Adi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:03 WIB

PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Berita Terbaru

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Nusa Tenggara Timur

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:15 WIB

Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban dari bangunan yang roboh akibat guncangan gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Kantor SAR Maumere)

Jakarta

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:11 WIB

Peta peringatan dini tsunami BMKG pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BMKG NTT)

Daerah

Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT Berakhir

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:01 WIB

Gempa M 7,0 di Laut NTT terasa kuat di Makassar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9.

Daerah

Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 08:38 WIB

Gempa bumi M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. (Foto: kiriman warga).

Daerah

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:10 WIB