Aliansi Bitung Bergerak Desak Kejagung Tuntaskan Kasus Perjadin DPRD Tanpa Tebang Pilih

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Bitung Bergerak melayangkan laporan resmi kepada Kejaksaan Agung RI

Aliansi Bitung Bergerak melayangkan laporan resmi kepada Kejaksaan Agung RI

JAKARTA , PUSATBERITA — Penanganan dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Bitung, Sulawesi Utara, Tahun Anggaran 2022–2023 kembali menjadi perhatian publik setelah Aliansi Bitung Bergerak melayangkan laporan resmi kepada Kejaksaan Agung RI. Laporan tersebut menyoroti dugaan pelanggaran etik, ketidakprofesionalan, serta inkonsistensi informasi yang disampaikan oleh mantan Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Yadyn Palebangan.

Kasus yang diperkirakan merugikan keuangan negara sebesar Rp3,3 miliar itu baru menetapkan tujuh orang tersangka. Sementara itu, lima anggota DPRD aktif—termasuk ketua DPRD—belum ditetapkan sebagai tersangka meskipun sebelumnya disebut akan masuk dalam gelombang kedua penetapan. Kemandekan tersebut memunculkan dugaan adanya intervensi atau pengkondisian dalam proses hukum.

Dugaan Penyampaian Informasi Keliru oleh Pejabat Kejaksaan

Dalam sebuah video pernyataan resmi yang beredar di media sosial, Yadyn Palebangan menyebut bahwa seluruh proses penetapan tersangka telah tuntas dan lima anggota DPRD aktif akan segera ditahan. Namun fakta penyidikan menunjukkan:

1. Lima anggota DPRD tersebut tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka,

2. Tidak ada proses penahanan,

3. Tidak ada penjelasan hukum memadai terkait keterlambatan proses.

Aliansi Bitung Bergerak menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penyampaian informasi keliru oleh pejabat yang seharusnya menjaga objektivitas dan integritas lembaga. Pernyataan itu diduga melanggar ketentuan terkait kode etik jaksa, disiplin pegawai, serta aturan mengenai penyebaran informasi bohong.

“Pernyataan yang tidak sesuai fakta ini menyesatkan publik dan berdampak serius terhadap jalannya proses hukum,” ujar Mario Prakoso, Koordinator Aliansi Bitung Bergerak. Pada Selasa, (18/11/2025)

Dampak pada Perkara Tipikor Perintangan

Aliansi juga menyoroti bahwa ketidakjelasan status lima anggota DPRD aktif turut mempengaruhi perkara Tipikor Perintangan No: 32/Pid-Sus-TPK/2025/PN Mnd.

Dalam dakwaan JPU disebutkan adanya tindakan merintangi penyidikan atas kasus dugaan korupsi perjalanan dinas. Namun Aliansi menilai dakwaan tersebut prematur karena:

Baca Juga :  Serma Christian Namo minta Indonesia Bubar Jika Hukum Tak Hadirkan Keadilan

1. Pelaku utama belum ditetapkan sebagai tersangka,

2. Penyidikan terhadap anggota DPRD aktif tidak mengalami perkembangan,

3. Dasar hukum dalam BAP belum menguatkan dakwaan perintangan jika inti perkara belum dituntaskan.

“Bagaimana mungkin seseorang dituduh menghalangi penyidikan sementara pelaku utama belum dijadikan tersangka? Ini kontradiktif,” kata Fahrudin Hamzah dari Aliansi Bitung Bergerak.

Riwayat Pengawalan Publik

Aliansi Bitung Bergerak menegaskan bahwa langkah ini merupakan hasil pengawalan panjang sejak tahap awal penyidikan, antara lain melalui:

1. Tiga kali aksi demonstrasi di Kejari Bitung,

2. Audiensi resmi dengan Kejaksaan Negeri Bitung,

3. Diskusi publik terkait keterbukaan informasi,

4. Pengumpulan bukti berupa rekaman video, dokumentasi, dan data pemeriksaan.

Namun hingga kini belum ada penjelasan komprehensif dari Kejari Bitung mengenai alasan tidak ditetapkannya lima anggota DPRD aktif sebagai tersangka.

Tuntutan Resmi kepada Kejaksaan Agung

Dalam laporan bernomor 007/AM/2025, Aliansi Bitung Bergerak meminta Kejagung RI untuk:

1. Melakukan pemeriksaan internal terhadap Yadyn Palebangan atas dugaan penyampaian informasi keliru dan pelanggaran kode etik.

2. Menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum apabila terbukti memberikan informasi bohong kepada publik.

3. Memerintahkan percepatan penetapan tersangka terhadap lima anggota DPRD aktif karena bukti permulaan dinilai telah mencukupi.

4. Mengawasi persidangan perkara perintangan guna mencegah dakwaan prematur serta memastikan tidak terjadi kriminalisasi.

5. Memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan penyidikan dan dasar hukum setiap langkah yang diambil.

Aliansi Bitung Bergerak menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memastikan penegakan hukum berjalan objektif dan tanpa tebang pilih.

“Kami percaya Kejaksaan Agung mampu bertindak tegas dan menjaga integritas penegakan hukum, bukan hanya untuk Bitung tetapi juga demi kepercayaan publik di tingkat nasional,” tegas Fahrudin Hamzah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PB SEMMI Gelar Konsolidasi Nasional dan Buka Puasa Bersama
PB PII: Agresi Militer AS Ke Iran Picu Konflik Regional Hingga Global
Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD
INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup
‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI
‎PWI LS Datangi Polda Metro Jaya Terkait Kasus Zain Bin Smith
Bupati Pekalongan Terjerat OTT KPK di Semarang
PB PII Gelar Aksi Respon Kasus Represifitas Polri Terhadap Pelajar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:21 WIB

PB SEMMI Gelar Konsolidasi Nasional dan Buka Puasa Bersama

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:29 WIB

PB PII: Agresi Militer AS Ke Iran Picu Konflik Regional Hingga Global

Senin, 9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Maret 2026 - 19:08 WIB

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:38 WIB

‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI

Berita Terbaru

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) gelar agenda Buka Puasa Bersama (Foto: Detik.com)

Nasional

PB SEMMI Gelar Konsolidasi Nasional dan Buka Puasa Bersama

Jumat, 13 Mar 2026 - 00:21 WIB