TANGERANG, PUSATBERITA – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) hadir dalam gelar “Deklarasi: Sosialisasi & Pembuatan Kartu BPJS Ketenagakerjaan” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ojek Online (02) di Gedung KNPI Kota Tangerang pada Sabtu,13 Desember 2025.
Hal ini disampaikan oleh Indra, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang turut hadir memberikan sosialisasi seputar BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan menjadi peserta, kata dia, seluruh biaya perawatan pengemudi yang mengalami kecelakaan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh, tanpa batasan.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan santunan kematian sebesar Rp70 juta bagi pengemudi ojol yang meninggal dunia akibat kecelakaan.
”Kami juga memberikan beasiswa bagi dua anak dari peserta yang meninggal dunia, nilainya total Rp174 juta sampai jenjang perguruan tinggi,” kata Indra.

Selanjutnya, Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Cecep Saripudin menyambut baik langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan bagi para pengemudi ojol.
”Selama ini [Ojol] sebagai pekerja yang paling berisiko, sebab mobilitas selalu di jalan, akan tetapi selama ini mereka tidak mendapat jaminan keselamatan atau perlindungan memadai dari aplikator,” tegas Cecep.
Deklarasi Terkesan Omon-Omon
Hal ini disoroti Aktivis Sosial dan Demokrasi, Rizkal menilai bahwa deklarasi tersebut terkesan menjual mimpi. Apalagi, Rizkal berkata, para pengemudi saat ini sedang berjuang penurunan potongan komisi dari 20 persen menjadi 10 persen.
”Ujung dari semuanya ini tidak gratis, sebab driver tetap harus membayar iuran setiap bulan ke BPJS,” ucap Rizkal saat dimintai keterangan.
Rizkal juga menyindir konsep acara yang dinilai kurang matang. Menurutnya, acara ini harus dibangun dengan dukungan dari segala aspek. Sebab kata Rizkal, ini menyangkut harapan dari para pengemudi terkait jaminan keselamatan.
”Acaranya seperti marketing dagang, saya heran kenapa pihak BPJS yang datang itu tidak dari kantor BPJS Kota Tangerang,” tandas Rizkal.
Harusnya setiap daerah, Rizkal berkata, ada keterlibatan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan setempat agar memang perhimpunan ini sudah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Rizkal, ini yang menjadi dugaan adanya permainan dari sekelompok orang yang ingin memanfaatkan penderitaan para pengemudi ojol.
”Saya harap ini tidak omon-omon, jika mereka [Perhimpunan O2] tetap meminta para driver membayar setiap bulan ini tidak ada bedanya dengan potongan yang diberikan aplikator,” tutup Rizkal.











