
JAKARTA, PUSAT BERITA — Menyikapi beredarnya kabar terkait insiden penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat yang memicu ketegangan geopolitik, Muhammad Senanatha, selaku Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI, mendorong Pemerintah Republik Indonesia dan DPR RI untuk segera melakukan pembahasan serius dan terukur terkait perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela.
Muhammad Senanatha menegaskan bahwa eskalasi politik dan keamanan di suatu negara, terlebih yang melibatkan kekuatan global seperti Amerika Serikat, berpotensi menimbulkan dampak langsung terhadap keselamatan warga sipil asing, termasuk WNI. Oleh karena itu, negara wajib hadir secara aktif untuk memastikan aspek perlindungan, kepastian hukum, serta jalur evakuasi bila diperlukan.
PB SEMMI menilai pembahasan lintas kementerian dan lembaga bersama DPR RI harus segera dilakukan secara komprehensif, meliputi pemetaan jumlah dan sebaran WNI di Venezuela, kesiapan perwakilan diplomatik RI, hingga skenario kontinjensi menghadapi kemungkinan memburuknya situasi. Langkah preventif dinilai jauh lebih penting dibandingkan respons reaktif setelah terjadi insiden terhadap WNI.
Lebih lanjut, Muhammad Senanatha menekankan pentingnya diplomasi aktif Pemerintah Indonesia guna memperoleh kejelasan informasi dan memastikan komunikasi intensif dengan otoritas setempat serta mitra internasional, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kedaulatan hukum internasional.
“Keselamatan WNI adalah mandat konstitusional. Pemerintah dan DPR RI harus segera duduk bersama, membahas secara serius, dan memastikan tidak ada satu pun WNI yang terabaikan di tengah dinamika politik global,” tutup Muhammad Senanatha.











