Aktivis Banten Sebut Pemekaran Tangerang Raya Setara Jakarta

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Banten, Mohammad Royhan Daestaki yang menyebut potensi Tangerang Raya jika dijadikan provinsi sendiri

Aktivis Banten, Mohammad Royhan Daestaki yang menyebut potensi Tangerang Raya jika dijadikan provinsi sendiri

TANGERANG, PUSAT-BERITA — Kawasan Tangerang Raya, yang meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, kini semakin padat seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Aktivis Banten, Mohammad Royhan Daestaki, menilai bahwa apabila Tangerang Raya memisahkan diri dan menjadi provinsi baru di Indonesia, wilayah ini sudah setara dengan Jakarta.

“Selain Tangerang Raya yang kini dipadati penduduk hingga wilayah utara, Tangerang sudah selayaknya menjadi kota modern seperti Provinsi Jakarta, dengan berbagai destinasi wisata seperti Pantai Indah Kapuk (PIK),” ujarnya.

Tangerang Raya, khususnya Kota Tangerang, merupakan salah satu daerah di Banten yang secara konsisten menonjol dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemandirian fiskal. Kota Tangerang juga sering meraih penghargaan sebagai daerah dengan realisasi PAD tertinggi di Provinsi Banten. Pertumbuhan ekonominya ditopang oleh PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per kapita yang tinggi, mencapai Rp114,46 juta per kapita.

Royhan juga menilai bahwa salah satu kontribusi kas terbesar yang diberikan Tangerang Raya kepada Provinsi Banten berasal dari sektor pariwisata yang berkembang pesat.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda Untuk Rakyat Geruduk Kantor Dishub Kota Tangerang

“Wisata menjadi salah satu penunjang kas daerah yang cukup tinggi, seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) di utara, Citra Raya World of Wonders, Ocean Park BSD, Pantai Tanjung Pasir, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Bandara Soekarno–Hatta, yang terletak di wilayah Tangerang Raya, turut memberikan kontribusi signifikan berupa setengah dari saham milik Provinsi Banten yang berasal dari Kota Tangerang, meski pengelolaannya dilakukan langsung pemerintah pusat melalui BUMN.

Jika melihat karakteristik dan perkembangan Tangerang Raya beserta seluruh potensinya, Royhan menilai wilayah ini memiliki banyak kesamaan dengan Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang memiliki Taman Mangrove, Kepulauan Seribu, hingga Ancol.

“Maka dari itu, apabila Tangerang Raya memisahkan diri dari Provinsi Banten dan menjadi provinsi baru di Indonesia, kemajuannya akan tampak setara dengan Jakarta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EN LMND Soroti Seruan “Baku Bunuh” Dari Salah Satu Anggota DPRD Malut
Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BPH Migas Lakukan Kunjungan ke Bakauheni
ASDP Prediksi: Puncak Arus Balik di Bakauheni, 25 Ribu Kendaraan Menuju Jawa
Kawal Potensi Arus Mudik 2026, Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan
Kapolri Tinjau Langsung, Kondisi Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni
Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan
Pantauan Arus Balik Lebaran 2026 Bakauheni-Merak Lancar
SMIT: Perda No 2 Tahun 2025 Tentang Hilirisasi, Hanya Untungkan Orang Kuat Lokal
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:11 WIB

EN LMND Soroti Seruan “Baku Bunuh” Dari Salah Satu Anggota DPRD Malut

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:05 WIB

Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BPH Migas Lakukan Kunjungan ke Bakauheni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:43 WIB

ASDP Prediksi: Puncak Arus Balik di Bakauheni, 25 Ribu Kendaraan Menuju Jawa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:51 WIB

Kawal Potensi Arus Mudik 2026, Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:09 WIB

Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan

Berita Terbaru

Opini

Trump, Iran, dan Mitos Kemenangan Instan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:09 WIB