Banjir Villa Mutiara Pluit Surut, Blok D Masih Terendam 1,5 Meter

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir villa Mutiara Pluit (Foto: Aditya Nugraha/PusatBerita)

Kondisi banjir villa Mutiara Pluit (Foto: Aditya Nugraha/PusatBerita)

TANGERANG, PUSATBERITA— Kondisi banjir di kawasan Villa Mutiara Pluit berangsur mengalami penurunan debit air, meski sejumlah titik masih tergenang cukup tinggi. Warga di beberapa blok masih bertahan di tengah keterbatasan listrik dan bantuan logistik yang terbatas.

‎Sumpeno, Ketua RW 11 Kelurahan Priuk menyatakan bahwa, secara umum ketinggian air sudah menunjukkan tanda-tanda surut, namun belum merata di seluruh wilayah.

“Kondisi air secara menyeluruh ada penurunan atau surut. Untuk di wilayah Blok D paling belakang ketinggian air masih setinggi dada kurang lebih 1,5 meter atau 150 sentimeter,” ujar Sumpeno melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/1/2026)

Selain itu, Ia melanjutkan RW 11 Villa Mutiara Pluit terdiri dari tiga blok terdampak yakni, Blok B, Blok C, dan Blok D. Dari sisi kelistrikan, kondisi antar blok juga berbeda.

‎Untuk Blok B dan sebagian Blok C, aliran listrik dilaporkan sudah menyala sejak Jumat. Sementara sebagian wilayah lain di Blok C baru kembali mendapat listrik pada malam sebelumnya. Namun, hingga kini Blok D masih sepenuhnya gelap karena listrik belum menyala sama sekali.

Baca Juga :  Jadi Langganan Banjir, Gerbang Taman Krakatau Tumpah Ruah Curah Hujan Tinggi

‎Di tengah situasi tersebut, bantuan untuk warga mulai berdatangan, meski jumlahnya dinilai belum mencukupi kebutuhan seluruh warga terdampak.

‎“Ada dari beberapa kelompok warga, seperti alumni Budi, ada dari beberapa warga secara pribadi, tapi memang jumlahnya tidak banyak. Semalam ada bantuan logistik dari anggota dewan juga, nasi Padang 100 bungkus,” jelasnya.

‎Sumpeno menyampaikan bahwa warga berharap bantuan logistik, layanan kesehatan, serta percepatan pemulihan infrastruktur seperti listrik dapat segera ditingkatkan, mengingat masih ada wilayah dengan genangan tinggi yang menyulitkan aktivitas sehari-hari.

‎Pasca banjir ini, Sumpeno Berkata,untuk warga butuh peralatan bersih-bersih, pewangi lantai, disinfektan dan obat-obatan.

“Setelah kondisi kondusif untuk pembatas wilayah antar Blok D RW 11 dengan Periuk damai RW 08 dibuatkan tanggul beton, tidak hanya mengandalkan tembok rumah warga.

‎Serta untuk wilayah blok D samping masjid yang berbatasan dengan rawa juga dibuatkan tanggul beton,” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan
Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam
Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas
Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan
Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:25 WIB

Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21 WIB

Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten

Berita Terbaru

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB

Foto: istimewa.

Nasional

PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:03 WIB