DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPD GAMKI Menolak Keras Wacana Polri Jadi Kementerian (Foto: Istimewa)

DPD GAMKI Menolak Keras Wacana Polri Jadi Kementerian (Foto: Istimewa)

BANDUNG, PUSATBERITA — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Jawa Barat menyatakan sikap tegas terhadap berkembangnya wacana penggeseran posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kamis (29/1/2026).

DPD GAMKI Jawa Barat menilai wacana tersebut bukan sekadar isu teknokratis kelembagaan, melainkan ancaman serius terhadap supremasi hukum dan stabilitas sistem ketatanegaraan Indonesia.

Ketua DPD GAMKI Jawa Barat, Andreas Simanjuntak menegaskan bahwa penempatan Polri secara langsung di bawah Presiden merupakan bagian dari desain konstitusional negara hukum yang menganut sistem presidensial. Pengaturan ini dimaksudkan untuk memastikan komando yang jelas, akuntabilitas yang kuat, serta mencegah fragmentasi kekuasaan dalam sektor keamanan dan penegakan hukum.

“Wacana menggeser Polri dari Presiden berpotensi membuka ruang tarik-menarik kepentingan politik sektoral. Jika Polri tidak lagi berada dalam satu garis komando nasional yang tegas, maka independensi dan profesionalitas penegakan hukum justru berada dalam risiko,” tegas Andreas dalam pernyataannya.

Andreas memandang bahwa supremasi hukum hanya dapat ditegakkan oleh institusi kepolisian yang kuat secara struktural, netral secara politik, dan akuntabel secara konstitusional.

“Perubahan posisi Polri tanpa basis konstitusional yang jelas justru berpotensi melemahkan fungsi strategis Polri sebagai alat negara, bukan alat kekuasaan kelompok tertentu,” tambahnya.

Baca Juga :  PSM Desak KPK Tuntaskan Penelusuran Dugaan Kasus di BAPENDA, BKPSDM, dan Dindik Kabupaten Bogor

Lebih jauh, Andreas mengingatkan bahwa sejarah reformasi telah menunjukkan pentingnya menjaga institusi penegak hukum dari politisasi terselubung. Reformasi Polri seharusnya diarahkan pada penguatan profesionalisme, transparansi, serta pengawasan yang demokratis, bukan pada manuver struktural yang menimbulkan ketidakpastian hukum dan instabilitas tata kelola keamanan nasional.

“Reformasi tidak boleh dijadikan dalih untuk melemahkan institusi negara. Justru dalam konteks demokrasi, Polri harus diperkuat sebagai penjaga supremasi hukum dan pelindung kepentingan publik,” ungkapnya.

Sebagai organisasi kepemudaan yang konsisten memperjuangkan nilai Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, DPD GAMKI Jawa Barat menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan menghentikan wacana-wacana yang berpotensi merusak fondasi konstitusional penegakan hukum.

“Diskursus publik harus diarahkan pada penguatan institusi negara, bukan pada eksperimen kekuasaan yang berisiko tinggi bagi demokrasi,” tutupnya.

DPD GAMKI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal reformasi institusi penegak hukum secara kritis, konstitusional, dan berpihak pada kepentingan bangsa dan negara.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Cianjur Digeledah, Petugas Temukan Puluhan Barang Terlarang
Ripan Ardiana Desak Transparansi Pengelolaan Lapas Cibinong
Aktivitas Tambang Masih Ada di Cigudeg, Ripan Pertanyakan Pengawasan
PSM Desak KPK Tuntaskan Penelusuran Dugaan Kasus di BAPENDA, BKPSDM, dan Dindik Kabupaten Bogor
Ripan Ardiana Dukung Penuh KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Gudang PT Iluva di Bungursari Purwakarta Terbakar
Seniman Gelar Aksi Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki
Mahasiswa STISNU Tangerang Tumbuhkan Literasi Lewat Taman Baca
Berita ini 55 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:35 WIB

Lapas Cianjur Digeledah, Petugas Temukan Puluhan Barang Terlarang

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Ripan Ardiana Desak Transparansi Pengelolaan Lapas Cibinong

Kamis, 17 September 2026 - 18:37 WIB

Aktivitas Tambang Masih Ada di Cigudeg, Ripan Pertanyakan Pengawasan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:56 WIB

PSM Desak KPK Tuntaskan Penelusuran Dugaan Kasus di BAPENDA, BKPSDM, dan Dindik Kabupaten Bogor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Ripan Ardiana Dukung Penuh KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor

Berita Terbaru

Gelar Sharing dan Diskusi Publik, PW PII NTB Soroti Problematika Budaya Fomo Pada Pelajar (Foto: Istimewa)

Nusa & Bali

PW PII NTB Gelar Diskusi Publik: Soroti Fenomena FOMO Pada Pelajar

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:51 WIB

Aandika Pezri Mulia Tj (Foto/Dokumen Pribadi)

Jakarta

Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto dalam acara diskusi bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Kritik Perda soal Bakar Lahan: Ini Menipu

Jumat, 25 Sep 2026 - 20:12 WIB