Emrus Sihombing Minta MBG Harus Miliki Sumber Pendanaan Baru

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing (Foto/Istimewa).

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing (Foto/Istimewa).

‎JAKARTA, PUSATBERITA – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk program makan siang dan susu gratis memicu polemik karena telah menggerus anggaran operasional pendidikan dan menurunkan kualitas pembelajaran.

‎Kebijakan ini dinilai tidak tepat sasaran karena dana BOS seharusnya difokuskan untuk sarana prasarana serta kesejahteraan guru, bukan untuk program nutrisi.

‎Ahli Komunikasi Politik Emrus Sihombing menyampaikan, Pemerintahan wajib merencanakan anggaran baru yang kredibel untuk program prioritas, guna menghindari peningkatan risiko utang dan menjaga defisit APBN.

‎Keberhasilan program ini, Emrus berkata, bergantung pada komitmen politik dan keberanian sumber baru agar tidak membebani keuangan negara, sebagai upaya “berkeringat” pemerintahan Prabowo Subianto.

‎“Program baru yang ditawarkan oleh pemerintah baru harus memiliki sumber pendanaan baru,” kata Emrus kepada pusat-berita.com, Selasa 17 Februari 2026.

‎Emrus menambahkan, program makan siang dan atau susu gratis tidak seharusnya mengambil dari anggaran dana BOS atau dari dana pos anggaran lainnya. Menurutnya, itu hanya akan membebani sektor-sektor lain yang terkait. Seperti, nasib gaji guru honorer dan tentunya membebani APBN pendidikan.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Tidak Berlebihan dan Harus Pahami Substansi pada Bendera One Piece

‎Lebih dari itu, Emrus melihat program tersebut berpotensi menambah utang negara semakin membengkak jika tidak diformulasikan dengan benar perihal anggaran. Sebagai pemerintahan baru, sudah seharusnya menyiapkan anggaran baru dan tidak merusak APBN yang sudah disiapkan pendahulunya selama ini.

‎Idealnya, setiap program baru khususnya yang berskala nasional harus memiliki sumber pendanaan mandiri (earmarked) atau peningkatan pendapatan negara yang spesifik, sehingga tidak mengganggu anggaran di sektor lain, seperti pos baru di APBN.

‎”Membuat pos anggaran terpisah untuk program unggulan agar transparansinya terjaga dan tidak memotong alokasi kementerian/lembaga lain secara sepihak,” tegas Emrus.

‎Ia mengutarakan jika pemerintah seharusnya lebih memfokuskan untuk meningkatkan produktivitas sumber daya alam dan pemberantasan korupsi. Dengan begitu, juga akan meningkatkan rasio pendapatan negara sehingga bisa menjalankan program baru yang membutuhkan banyak biaya.

‎“Seharusnya untuk menambah dana tersebut dengan cara menambal korupsi dan mengurangi anggaran makan siang gratis dan lainnya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH GP Ansor Pusat Desak Penahanan Tersangka Kasus Penganiayaan Banser Rida
‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik
Pesan Gus Dur Menggema di Refleksi Waisak Nasional PKB di Tangerang
Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP
Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul
Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:51 WIB

LBH GP Ansor Pusat Desak Penahanan Tersangka Kasus Penganiayaan Banser Rida

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:46 WIB

‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pesan Gus Dur Menggema di Refleksi Waisak Nasional PKB di Tangerang

Rabu, 29 April 2026 - 08:19 WIB

Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP

Kamis, 16 April 2026 - 13:44 WIB

Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies, STISNU Kota Tangerang (Foto: Istimewa)

Opini

Pesta Babi dan Upaya Sistematis Membungkam Papua

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:33 WIB

Seorang Pemuda Berencana Bunuh Diri (Foto: Istimewa)

Banten

Pemuda 23 Tahun Nekat Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang

Rabu, 27 Mei 2026 - 04:12 WIB