KOTA TANGERANG, PUSATBERITA – Gelaran Malam Puisi Tangerang kembali menghidupkan suasana malam di Kota Tangerang. Mengusung tema “Kota, Kita, Kata”, acara yang digelar di Semanggi Center, Cikokol, Jumat (29/5) 2026, ini mempertemukan para penyair dan pecinta sastra dari berbagai generasi.
Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja seni, hingga seniman yang masih aktif berkarya. Mereka berkumpul untuk membaca, mendengarkan, dan mengapresiasi karya-karya puisi.
Salah satu penggagas kegiatan, Andy Lesmana, mengatakan bahwa Malam Puisi Tangerang bertujuan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan terlibat dalam dunia sastra, khususnya puisi.
”Malam Puisi Tangerang adalah ruang untuk datang, mendengar, dan membacakan karya. Tujuan utamanya membuka kesempatan bagi generasi muda agar berani berekspresi melalui sastra,” ucap Andy.
Menurut Andy, kegiatan ini telah berjalan sejak 2013. Meski sempat terhenti akibat pandemi, Malam Puisi Tangerang terus berupaya hadir di berbagai wilayah Tangerang Raya, mulai dari Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Tangerang.
Melalui publikasi di media sosial dan jaringan komunitas, acara ini juga menarik perhatian peserta dari luar daerah, seperti Jakarta, Serang, hingga Tasikmalaya. Salah seorang peserta asal Tasikmalaya mengaku mengetahui kegiatan tersebut dari media sosial dan datang untuk membacakan karya puisinya.
Meski mengangkat tema “Kota, Kita, Kata”, puisi yang dibacakan tidak hanya bercerita tentang Kota Tangerang. Berbagai tema muncul dalam pembacaan puisi, mulai dari kehidupan kota, Sungai Cisadane, perubahan ruang seni, kisah cinta, hingga kritik sosial dan pemerintahan.
Lebih lanjut, sebagian karya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut juga diterbitkan dalam Antologi Malam Puisi Volume 1, yang berisi kumpulan puisi hasil seleksi terbuka sesuai tema yang diangkat.
Malam semakin hangat saat acara ditutup dengan penampilan musisi Edi Bonetsky yang membawakan lagu-lagu hasil serapan dari semangat Malam Puisi Tangerang, diiringi petikan gitar, alunan saksofon, dan ritme tabuhan tong kosong.
Andy berharap Malam Puisi Tangerang dapat terus menjadi ruang ekspresi sekaligus menjaga semangat sastra dan kebudayaan di Tangerang.
”Semoga Malam Puisi Tangerang terus ada dan tetap hidup sebagai ruang berkesenian bagi masyarakat,” ujarnya.











