Indonesia dan Board Of Peace : Inisiatif Trump Yang Membuat Prabowo Blunder

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 02:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Mohammad Royhan Daestaki (Founder Ruang Ekspresi Indonesia)

Board Of Peace (BOP) adalah sebuah lembaga internasional yang diusulkan oleh Donald Trump (Presiden AS) pada September 2025 sebagai bagian dari rencana penyelesaian konflik Gaza setelah peras Israel – Hamas.

Beberapa negara termasuk Indonesia menandatangani piagam pembentukan lembaga ini pada awal tahun 2026, dan pemerintah indonesia menyatakan keterlibatan tersebut bagian dari kontribusi diplomasi perdamaian global.

Prabowo Subianto mewakili Indonesia sebagai Presiden dan orang nomor satu menghadiri pertemuan perdana Board Of Peace di Washington dan menyatakan dukungan terhadap rencana perdamaian yang di pimpin Trump.

Partisipasi Indonesia menimbulkan kritik domestik dan Internasional, hal ini dinilai mengurangi independensi politik luar negeri Indonesia. Keterlibatan dan bergabungnya dengan Board of Peace berpotensi menggeser prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi doktrin diplomasi Indonesia.

Alm. Mohammad Hatta (Wakil Presiden Pertama Indonesia) dalam bukunya yang berjudul “Mendayung di Antara Dua Karang” bahwa Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan besar dan tetap aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Board of Peace dianggap terlalu didominasi Amerika Serikat, sehingga Indonesia masuk dalam orbit geopolitik AS.

Terdapat beberapa potensi lain yang dinilai indonesia blunder, yakni Legitimasi kebijakan Amerika dan Israel. Hal ini semakin kuat ketika Amerika dan Israel menyerang Iran sehingga muncul tekanan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BOP).

Baca Juga :  Menolak Soeharto: Nostalgia, Kekuasaan, dan Krisis Ingatan Politik Indonesia

Board Of Peace: Jawaban Perdamaian Atau Manipulasi Mulainya Perang Dunia III

Board of Peace yang inisiatif dari Trump bertujuan untuk menciptakan perdamaian, malah Amerika sendiri yang menjadi dalang penyerangan Iran. Lalu dimana letak perdamaiannya? Didalam analisis Teoritis (Pendekatan ilmu Hubungan Internasional) terdapat kata “Realisme” yang di kemukakan oleh Hans Morgenthau, bahwa suatu negara bertindak berdasarkan kepentingan nasional, bukan di manfaatkan oleh segelintir kepentingan politik luar negeri.

Selanjutnya, terdapat Liberal Institutionalism yang di kemukakan oleh Robert Keohane dengan buku yang berjudul “After Hegemony” bahwa lembaga internasional dapat membantu menciptakan kerjasama dan stabilitas global, bukan berbanding terbalik kalo Pemimpin tertinggi Board of Peace menciptakan dan memulai peperangan, dan itulah yang terjadi kepada Iran.

Israel belum terlepas dan masih terus menyerang Gaza-Palestina sebelum menyerang Iran, dan Israel pun menolak memberikan kontribusi patungan kepada Board Of Peace. Israel dan Amerika Serikat sudah membuat dosa besar dan mencoreng tujuan dari Board of Peace untuk menciptakan perdamaian global, jika peperangan bukan menjadi solusi akan tetapi bencana yang terus menerus terjadi.

Indonesia akan terus berada di posisi blunder dalam diplomasi luar negeri, maka dari itu langkah terbaik untuk Indonesia harus segera keluar dari Board Of Peace

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menakar Dua Tahun Prabowo Gibran: Menguji Janji, Membongkar Paradoks Pembangunan, dan Menuntut Koreksi Kebijakan demi Keadilan Rakyat
Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan
TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi
Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak
Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi
‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM
‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan
Islam Jangan Hanya Menjadi Identitas: Keislaman Harus Melahirkan Keberanian Melawan Ketidakadilan
Berita ini 44 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Menakar Dua Tahun Prabowo Gibran: Menguji Janji, Membongkar Paradoks Pembangunan, dan Menuntut Koreksi Kebijakan demi Keadilan Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:20 WIB

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak

Kamis, 24 September 2026 - 12:06 WIB

Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi

Berita Terbaru

Presiden Prabowo menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang, Bogor, Rabu (28/11/2026). (Foto: Dok. Instagram Setkab)

Nasional

Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:01 WIB

Situasi Bundaran HI malam ini (Taufiq/detikcom)

Nasional

Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:45 WIB

Massa aksi membentangkan spanduk dan menyampaikan tuntutan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) (foto: akun Instagram/@ekaannsh.id)

Nasional

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:47 WIB