JAKARTA, PUSATBERITA – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) DKI Jakarta bersama jaringan komunitas perempuan turun langsung ke jalan untuk mendistribusikan takjil di sepanjang Jalan Dr. Saharjo, Jakarta Selatan. Rabu (11/3/2026).
Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua EW-LMND DKI Jakarta, Reden Akagits, sebagai manifestasi nyata dalam mendukung visi Jakarta sebagai Kota Global yang tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong.
Visi Jakarta sebagai Kota Global tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur digital dan gedunggedung pencakar langit, tetapi juga dari ketahanan sosial warganya. LMND Jakarta memandang bahwa transformasi Jakarta menuntut adanya kesiapan material dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pekerja informal yang tetap berjuang di aspal jalanan hingga detik-detik menjelang berbuka puasa.
Ketua EW-LMND DKI Jakarta, Reden Abdul Karim Ginting, menegaskan bahwa semangat “Jaga Jakarta” harus diartikan sebagai tanggung jawab kolektif untuk memastikan tidak ada warga yang terasing dari kemajuan kotanya sendiri.
“Menuju Jakarta Kota Global, kita tidak boleh melupakan fondasi utamanya, yaitu rakyat. Melalui aksi di Jalan Dr. Saharjo ini, kami ingin memperkuat semangat Gotong Royong Jaga Jakarta,” ujar Reden Abdul.
Reden menegaskan bahwa menjaga Jakarta berarti menjaga harkat dan martabat warganya, memastikan solidaritas sosial tetap tumbuh di tengah persaingan kota metropolitan yang keras.
Reden juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan komunitas perempuan dalam memperkuat ketahanan sosial. Menurutnya, perempuan adalah pilar dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik dan sosial di tingkat akar rumput, yang menjadi energi penting bagi kemajuan Jakarta ke depan.
“Di tengah upaya merawat solidaritas ini, EW-LMND DKI Jakarta juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Tragedi ini menjadi luka bagi kemanusiaan dan peringatan keras bagi tata kelola lingkungan di wilayah penyangga ibu kota,” ungkapnya.
LMND Jakarta sejalan dengan desakan berbagai elemen masyarakat, yang menuntut adanya evaluasi total terhadap sistem pengelolaan sampah. Jakarta tidak akan benar-benar menjadi Kota Global yang berkelanjutan jika persoalan hulu hingga hilir sampah masih mengancam nyawa para pekerja dan warga di sekitarnya,” lanjutnya.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban longsor Bantargebang. Kejadian ini adalah alarm bahwa visi ‘Jaga Jakarta’ juga harus mencakup keamanan lingkungan dan keselamatan jiwa rakyat. Pengelolaan sampah yang buruk adalah bentuk kegagalan dalam melindungi hak dasar warga atas lingkungan yang sehat dan aman,” tutup Reden dengan tegas.
Melalui momentum ini, EW-LMND DKI Jakarta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merefleksikan kembali arah pembangunan kota. Jakarta Kota Global haruslah menjadi kota yang aman, tangguh, dan berkeadilan bagi semua











