Gelar Nobar “Pesta Babi” dan Ngobrol Cerdas, IMMT: PSN Papua dan Wajah Baru Kolonialisme

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMMT Gelar Nobar Film

IMMT Gelar Nobar Film "Pesta Babi" dan Diskusi Cerdas (Foto: Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Ikatan Mahasiswa Maluku Tangerang (IMMT) menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Pesta Babi yang dirangkaikan dengan diskusi bertajuk “Ngobrol Cerdas: Kolonialisme di Zaman Kita”.

Dalam forum tersebut, IMMT secara tegas mengkritik Proyek Strategis Nasional (PSN) Lumbung Pangan Nasional (food estate) di Papua yang dinilai sebagai bentuk kolonialisme modern. Proyek yang diklaim sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional itu dinilai justru membuka jalan bagi pembabatan hutan, perampasan tanah adat, dan masuknya korporasi besar ke ruang hidup masyarakat adat.

Ketua pelaksana kegiatan, Badrun Roiminiak, menyatakan bahwa pembangunan tidak boleh dijadikan alat untuk menyingkirkan rakyat dari tanahnya sendiri.

“Di balik jargon ketahanan pangan nasional, terdapat ancaman nyata terhadap hutan, budaya, dan masa depan masyarakat adat Papua. Pembangunan yang mengabaikan hak rakyat harus dikritisi,” ujar Badrun.

Ketua Ikatan Mahasiswa Maluku Tangerang (IMMT), Dede Rengifuryaan, menilai bahwa PSN di Papua memperlihatkan keberpihakan negara kepada modal, bukan kepada masyarakat adat.

“Papua diperlakukan seolah-olah sebagai lahan kosong yang siap dieksploitasi. Hutan dibabat, tanah adat diambil, dan aparat keamanan dikerahkan untuk memastikan proyek berjalan. Ketika negara lebih sibuk melindungi investasi daripada melindungi rakyat, maka pembangunan telah berubah menjadi wajah baru kolonialisme,” tegas Dede.

Baca Juga :  Nara JW Law Firm bersama Erawijaya Consultant dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim

Menurut IMMT, relasi antara negara, korporasi, dan militerisme telah menciptakan situasi di mana masyarakat adat kehilangan kontrol atas tanah leluhur mereka. Proyek yang seharusnya membawa kesejahteraan justru berpotensi memperdalam konflik agraria, merusak ekosistem, dan mengancam keberlangsungan hidup generasi mendatang.

IMMT menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak boleh dibangun di atas penghancuran hutan tropis dan pengabaian hak masyarakat adat. Organisasi ini mendesak pemerintah untuk mengevaluasi seluruh PSN di Papua dan memastikan setiap kebijakan pembangunan menghormati prinsip keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan hak asasi manusia.

Melalui kegiatan nobar dan diskusi ini, IMMT mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk tidak diam terhadap praktik pembangunan yang menguntungkan korporasi, tetapi meninggalkan beban sosial dan ekologis bagi rakyat Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua
BEM UMT Gelar Mimbar Bebas Hari Reformasi: Perjuangan Rakyat Belum Selesai
Distribusi Bantuan Pangan di Kelurahan Benda Berjalan Tertib, Sebanyak 1.594 Warga Terima Bantuan
Pengamat Sebut Perumda Tirta Benteng Tetap Jalankan Transparansi dan Terima Kritik
Hasil Musda PBB Banten, Todo Nainggolan Resmi Pimpin Periode 2026–2031
Dugaan Miras dan Wanita Penghibur di TPA Jatiwaringin, Aktivis Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
IMMT Apresiasi Langkah Distan Kota Tual Antisipasi El Niño Tahun 2026
Terima Audiensi GMPK di Pendopo, Bupati Tangerang Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Terbuka
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:10 WIB

IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:36 WIB

BEM UMT Gelar Mimbar Bebas Hari Reformasi: Perjuangan Rakyat Belum Selesai

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:02 WIB

Gelar Nobar “Pesta Babi” dan Ngobrol Cerdas, IMMT: PSN Papua dan Wajah Baru Kolonialisme

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:45 WIB

Distribusi Bantuan Pangan di Kelurahan Benda Berjalan Tertib, Sebanyak 1.594 Warga Terima Bantuan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:28 WIB

Pengamat Sebut Perumda Tirta Benteng Tetap Jalankan Transparansi dan Terima Kritik

Berita Terbaru

IMMT Soroti Dugaan Terjadi Pungli di Objek Wisata Kelapa Dua (Foto: Istimewa)

Banten

IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:10 WIB