BEM UMT Gelar Mimbar Bebas Hari Reformasi: Perjuangan Rakyat Belum Selesai

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Refleksi Hari Reformasi, BEM UMT Gelar Aksi di Taman Gajah Cikokol (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Refleksi Hari Reformasi, BEM UMT Gelar Aksi di Taman Gajah Cikokol (Foto: Agung/Pusat-Berita)

TANGERANG, PUSATBERITA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang menggelar aksi mimbar bebas dalam rangka memperingati Hari Reformasi 1998 di depan Taman Gajah, Perintis Cikokol, Kamis (21/5/2026).

Aksi tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus seruan perlawanan terhadap berbagai persoalan demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dinilai masih terus terjadi hingga hari ini.

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membawa sejumlah tuntutan dan kritik terhadap kondisi sosial-politik nasional yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita Reformasi. Mereka menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti hanya pada seremoni mengenang jatuhnya rezim Orde Baru, tetapi harus terus hidup sebagai gerakan moral yang berpihak kepada rakyat.

Presiden BEM UMT, Fajar Anugerah Aberdiam, mengatakan mimbar bebas yang hari ini dapat dinikmati mahasiswa merupakan hasil perjuangan panjang para aktivis dan rakyat pada 1998 yang berhasil meruntuhkan rezim otoriter Orde Baru.

“Ruang kebebasan yang kita rasakan hari ini lahir dari keringat, luka, bahkan darah para pejuang Reformasi. Karena itu, mahasiswa tidak boleh kehilangan ingatan sejarah dan harus terus menjaga api perjuangan rakyat,” ujar Fajar dalam orasinya.

Menurutnya, aksi tersebut juga menjadi penegasan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berdiri di garis perjuangan rakyat, terutama ketika negara dinilai semakin abai terhadap kondisi masyarakat kecil.

“Hari ini kami hadir bukan sekadar memperingati Reformasi, tetapi menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Ketika ketidakadilan masih terjadi, ketika rakyat masih ditindas, maka gerakan mahasiswa harus tetap hidup dan melawan,” tegasnya.

Baca Juga :  FP2N Geruduk Kantor Dishub Kota Tangerang

Fajar juga mengingatkan mahasiswa, khususnya di Kota Tangerang, agar tidak melupakan sejarah perjuangan Reformasi yang dibangun melalui pengorbanan besar para aktivis terdahulu.

“Apa yang kita nikmati hari ini dibayar mahal oleh para pejuang. Jangan sampai generasi sekarang kehilangan keberanian untuk bersuara dan justru menjadi penonton di tengah kemunduran demokrasi,” tambahnya.

Aksi tersebut turut menyoroti berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang hingga kini belum menemukan penyelesaian, seperti Tragedi Trisakti, Kerusuhan Mei 1998, Tragedi Semanggi, Peristiwa Wasior, hingga Peristiwa Wamena.

Massa aksi juga menyinggung berbagai persoalan agraria dan konflik sosial yang dinilai masih terjadi, termasuk polemik PIK 2 serta dugaan pelanggaran HAM terhadap aktivis Andri Yunus.

Salah satu orator aksi, Rizky, menegaskan bahwa negara hingga hari ini dinilai gagal menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM masa lalu maupun persoalan ketidakadilan yang terus muncul di tengah masyarakat.

“Banyak kasus HAM yang dibiarkan menggantung tanpa kejelasan. Sementara persoalan rakyat hari ini juga terus diabaikan. Reformasi seolah hanya menjadi slogan ketika negara gagal menghadirkan keadilan,” ujar Rizky dalam orasinya.

Aksi mimbar bebas berlangsung hingga pukul 18.32 WIB dengan rangkaian kegiatan berupa orasi politik, pembacaan pernyataan sikap, serta aksi simbolik bakar ban sebagai bentuk protes terhadap kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia yang dinilai semakin mengalami kemunduran.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan
‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026
Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja
Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar
Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI
Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026
Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan

Minggu, 13 September 2026 - 10:05 WIB

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 05:19 WIB

Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja

Senin, 7 September 2026 - 18:13 WIB

Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026

Jumat, 4 September 2026 - 19:52 WIB

Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar

Berita Terbaru

Terjadi kemacetan di ruas jalan dampak gelaran Tangerang 10K 2026 (foto/@captainakasia)

Banten

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:05 WIB