Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase Edy Mulyadi dan siluet figur pejabat. Ilustrasi/Pusat-Berita.

Kolase Edy Mulyadi dan siluet figur pejabat. Ilustrasi/Pusat-Berita.

‎JAKARTA, PUSATBERITA — Wartawan senior Edy Mulyadi menilai dinamika penegakan hukum di sektor sumber daya alam memicu perlawanan dari kelompok yang disebutnya sebagai mafia tambang dan perkebunan sawit ilegal. Pandangan tersebut ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, @bangEdyChannel.

‎Dalam pemaparannya, Edy mengaitkan situasi tersebut dengan langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Satgas Tambang yang disebut telah mengambil alih sejumlah aset yang diduga dikuasai secara ilegal.

‎Edy menyebut Satgas PKH telah merebut kembali sekitar 5,88 juta hektare kawasan perkebunan sawit yang diduga dikuasai secara ilegal. Sementara Satgas Tambang disebut telah menyita sekitar 12.300 hektare lahan tambang bermasalah.

‎”Satgas PKH berhasil mengembalikan 5,88 juta hektare kebun sawit yang dikuasai secara ilegal oleh oligarki. Satgas Tambang merampas sekitar 12.300 hektare lahan tambang. Semua ini benar-benar membuat para mafia tambang dan sawit murka,” kata Edy.

‎Edy kemudian menghubungkan kondisi tersebut dengan tekanan yang disebut dialami Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satgas PKH.

‎Menurut Edy, Febrie telah menjadi target operasi pihak-pihak tertentu sejak 2024. Ia juga menyinggung dugaan penguntitan terhadap Febrie oleh oknum anggota Densus 88 yang sempat menjadi perhatian publik.

‎”Sebagai Ketua Harian Satgas, Jampidsus jadi target operasi sejak 2024. Dia bahkan dikuntit terus Densus 88. Penguntitan ini saja sudah membuktikan bahwa itu bukan tugas resmi lembaga. Bukan tugas pokok Densus menguntit pejabat tinggi negara,” ujar Edy.

Baca Juga :  Media Rusia Teropong Dugaan Soros Dalang Demo Ricuh di Indonesia

‎Ia selanjutnya menduga tindakan tersebut melibatkan penyalahgunaan institusi negara oleh oknum tertentu.

‎”Jelas ini penyalahgunaan institusi negara oleh oknum petinggi Polri. Data yang didapat oleh intel Densus inilah yang digunakan untuk menggerebek beberapa tempat sekaligus,” kata Edy Mulyadi.

‎Selain itu, Edy juga menyampaikan analisis bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi menjadi sasaran berikutnya dari kelompok yang disebutnya sebagai mafia tambang dan sawit.

‎”Keberhasilan menyingkirkan Jampidsus membuat mafia dan Geng Oslo merasa percaya diri. Mereka menjadikan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai target berikutnya untuk disingkirkan,” ucap Edy.

‎Ia bahkan menilai, apabila Menteri Pertahanan berhasil dilemahkan, posisi politik Presiden Prabowo Subianto akan terdampak.

‎”Kalau Menhan berhasil disingkirkan, maka artinya Prabowo tidak punya instrumen lagi untuk bertahan. Prabowo dalam bahaya,” ujarnya.

‎Pernyataan Edy Mulyadi tersebut merupakan pandangan pribadi yang disampaikan melalui kanal YouTube miliknya. Hingga kini, pernyataan tersebut belum disertai bukti yang telah diverifikasi secara independen.

‎Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Pertahanan, Kejaksaan Agung, maupun Polri terkait pernyataan Edy Mulyadi. Redaksi juga belum memperoleh konfirmasi mengenai tudingan terhadap pihak yang disebut sebagai “Geng Oslo” maupun dugaan penguntitan yang disampaikan dalam tayangan tersebut.

‎Informasi dalam pemberitaan ini disajikan sebagai penyampaian pernyataan narasumber. Seluruh pihak tetap berhak atas asas praduga tak bersalah hingga terdapat pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG
Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan
Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM
Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug
SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi
‎Harga BBM Juni 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp20.750 per Liter
LBH GP Ansor Pusat Desak Penahanan Tersangka Kasus Penganiayaan Banser Rida
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 00:58 WIB

Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:16 WIB

Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27 WIB

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM

Berita Terbaru

Kolase Edy Mulyadi dan siluet figur pejabat. Ilustrasi/Pusat-Berita.

Nasional

Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit

Senin, 27 Jul 2026 - 00:58 WIB