TANGERANG, PUSATBERITA –Ratusan mahasiswa baru Institut Binamadani Indonesia (INBI) mengikuti Pengenalan Program Studi dan Kampus (PROPESA) Tahun Akademik 2026/2027 di aula kampus tersebut, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan ini menjadi pengenalan awal lingkungan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan sistem perkuliahan bagi mahasiswa dari empat program studi.
Rektor Institut Binamadani Indonesia, Su’aidi, saat membuka kegiatan, mengatakan INBI telah melahirkan lulusan yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, perusahaan swasta, praktisi hukum, hingga dunia pendidikan.
“Alumni kita sudah tersebar di berbagai bidang. Ada yang menjadi birokrat, bekerja di pemerintahan, perusahaan swasta, praktisi hukum, hingga berkiprah di dunia pendidikan,” kata Su’aidi.
Ia meminta mahasiswa baru tidak ragu memilih INBI sebagai tempat melanjutkan pendidikan sarjana. Menurut dia, proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik, tetapi juga pembentukan etika, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter.
Su’aidi mendorong mahasiswa aktif bertanya dan berdiskusi, menghargai dosen serta sesama mahasiswa, dan mengembangkan kemampuan di dalam maupun di luar kelas. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan organisasi kemahasiswaan sebagai ruang mengasah kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, dan pengalaman berorganisasi.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi, kata dia, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun jejaring selama menjalani pendidikan.
“Kampus bukan sekadar tempat untuk mengikuti perkuliahan, melainkan dapat menjadi rumah kedua bagi mahasiswa selama menempuh pendidikan,” ujarnya.
Beasiswa dan Target Kelulusan
Su’aidi meminta mahasiswa menetapkan target akademik sejak awal dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Ia mengingatkan agar mahasiswa menjaga konsistensi belajar dan tidak menunda kewajiban perkuliahan.
“Harapannya nanti lulus tepat waktu, bukan lulus di waktu yang tepat. Kalau lulusnya tepat waktu, kita yang mengatur waktunya. Kalau lulus di waktu yang tepat, jangan-jangan waktunya yang masih mencari kita,” katanya, disambut tawa peserta.
Ia juga menyinggung Program 1.000 Beasiswa Subsidi sebagai salah satu bentuk dukungan INBI terhadap akses pendidikan tinggi. Mahasiswa penerima beasiswa diminta menjaga kesungguhan belajar dan aktif dalam kegiatan nonakademik.
“Bentuk dedikasi Institut Binamadani Indonesia terhadap pendidikan salah satunya diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, termasuk Program 1.000 Beasiswa Subsidi. Harapannya, adik-adik yang telah lolos dan berkuliah melalui program ini dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh serta turut aktif dalam kegiatan nonakademik untuk memeriahkan dan memberikan kontribusi bagi kampus,” tuturnya.
Menurut dia, kesempatan memperoleh beasiswa perlu diiringi tanggung jawab dalam menjalani pendidikan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian, dan pengalaman organisasi.
Rangkaian PROPESA 2026 dilanjutkan dengan penyematan jas almamater oleh rektor, sosialisasi Sistem Informasi Akademik Binamadani (SINBI) oleh Biro Akademik, serta penjelasan mekanisme pembayaran oleh Biro Keuangan bersama Bank Negara Indonesia (BNI).
Mahasiswa juga mengikuti wawasan keprodian dan berbagai kegiatan yang digelar BEM serta Hima Program Studi bersama mahasiswa baru.
Melalui PROPESA 2026, INBI berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi, membangun integritas, dan berkontribusi bagi masyarakat. Kampus juga mendorong mahasiswa tumbuh menjadi insan ilmiah, edukatif, dan religius yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.












