SP2D Digital Solusi Ringkas dan Antikorupsi Asbanda-Kemendagri

- Penulis

Jumat, 18 April 2025 - 12:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(dari kiri ke kanan) Agus Fatoni Dirjen Keuda Kemendagri, Didik Mulyanto PLT Deputi Pencegahan StranasPK, Tomsi Tohir Sekjen Kemendagri, Basrul Iman PLT Ketua Umum Asbanda, dan perwakilan BI/OJK dalam Acara Peluncuran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D Online).  | Dokumentasi: Arsip

(dari kiri ke kanan) Agus Fatoni Dirjen Keuda Kemendagri, Didik Mulyanto PLT Deputi Pencegahan StranasPK, Tomsi Tohir Sekjen Kemendagri, Basrul Iman PLT Ketua Umum Asbanda, dan perwakilan BI/OJK dalam Acara Peluncuran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D Online). | Dokumentasi: Arsip

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD-RI). Kegiatan berlangsung pada Kamis (17/4), di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepakkatan serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Asbanda dan Direktur Utama dari 24 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Kementerian Dalam Negeri yang diwakili langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir.

Dalam konferensi pers, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri (Dirjen Kauda), Agus Fatoni, menjelaskan bahwa SP2D yang sebelumnya manual kini menjadi lebih ringkas serta terintegrasi langsung dengan SIPD-RI [Nasional]. Ia juga menyampaikan lima poin utama kebermanfaatan dari sistem baru tersebut:

“Tentu adanya penghematan, yang pertama setiap daerah tidak harus membuat aplikasi sendiri. Jadi cukup disediakan secara [nasional] keseluruhan dan bisa menghapuskan sedemikian banyak aplikasi disemua daerah,” ungkap Fatoni.

Manfaat lain dapat mengurangi tingkat kesalahan. “Dengan adanya [sistem] online ini bisa dikontrol, bisa dicek, bisa cepat diperbaiki manakala ada kesalahan,” lanjutnya. Selain itu dapat mencegah korupsi, mempercepat proses administrasi/pertanggungjawaban, dan sinkronisasi data.

Kerja sama juga melibatkan lembaga Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (StranasPK) sebagai koordinator untuk meningkatkan penerapan prinsip Good and Clean Government. Serta sebagai upaya mempercepat terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang memudahkan proses pengawasan.

Baca Juga :  Pilkada Tak Langsung dan Proyek Oligarki Partai 

“Digitalisasi administrasi pemerintahan ini dalam perspektif Stranan Pencegahan Korupsi memang sangat vital, terutama untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, maupun kecepatan dalam proses admnistrasi pemerintahan,” tandas Didik Mulyanto, PLT Deputi Pencegahan StranasPK.

“Harapan kami [StranasPK] juga ini dapat memudahkan bagi rekan-rekan pengawas ketika melakukan kegiatan monitoring di pemerintahan daerah, dan kami lihat memang isu SP2D Online ini sudah umum dilaksanakan di pemerintah pusat,” lanjutnya.

Didik juga menyapaikan harapan agar mekanisme digitalisasi yang sudah cukup baik diterapkan di pemerintah pusat, dapat sesegera mungkin diterapkan juga oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam konferensi pers turun hadir mewakili Asbanda oleh PLT Ketua Umum, Basrul Iman; Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendagri, Erikson P Manihuruk; serta Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Barang Milik Daerah (BMD) Yudia Ramli.

Meski pelaksanaan SP2D secara online ini baru diterapkan oleh 55 daerah dari 546 daerah, disebabkan yang lain masih dalam proses transisi dari sistem manual ke digital. Bersama Asbanda, Kemendagri menargetkan  akhir tahun 2025 seluruh daerah sudah menerapkan.

“Kami akan coba inventarisir pemerintah daerah yang belum menerapkan SP2D, [lalu] kami akan korespondensi dan meng-push mereka supaya segera mengimplementasikan SP2D Online,” tutup Didik.


Artikel Lain : UMKM Jadi Fokus Dialog Sahabat Pram dan Dinas PPKUKM

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo
Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit
Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
Kader HMI Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni Rapatkan Barisan
Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi
Gelorakan Dakwah Ekonomi, PB SEMMI Dorong Potensi Industri Olahraga Nasional
Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kader HMI Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni Rapatkan Barisan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB