Walikota Cilegon Ngebet Banget Bikin JLU Cilegon, ini Kepentingan Siapa?

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JLU Cilegon yang terletak di kec Purwakarta

JLU Cilegon yang terletak di kec Purwakarta

Oleh Trafalgar Law| Aktivis Cilegon


CILEGON, PUSATBERITA – Berbicara pembangunan daerah, khususnya di kota Cilegon jika kita kembali berkaca pada Jalan Lingkar Selatan (JLS). Proyek sepanjang 15,8 kilometer ini yang menghubungkan Pondok Cilegon Indah sampai Ciwandan dulunya sangat di elu-elukan sebagai prestasi besar sejak kota ini berdiri. Banyak juga yang percaya pada JLS ini akan membuka akses baru ke industri untuk menggerakkan ekonomi, bahkan jadi kebanggaan tersendiri bagi kota Cilegon.

Tapi nyatanya, setelah bertahun-tahun yang tersisa cuma jalan berlubang sana-sini, aspal retak yang tak terurus lagi jalan nya, bahkan sempat menciut kalau JLS ini akan di kelola oleh pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dijanjikan pun tak kunjung terlihat hasilnya. Publik pun masih ingat, proyek JLS ini sempat menyeret sejumlah pejabat ke meja hijau karena dugaan kasus korupsi.

Sejatinya, JLS memang memudahkan mobilitas truk-truk industri, namun di sisi lain, justru malah membuka peluang bagi galian ilegal. Baru-baru ini kasus yang terjadi di JLS di keruk nya tanah hingga hampir merobohkan rumah milik warga yang sudah tinggal bertahun-tahun disana, ternyata setelah di telisiki itu adalah galian ilegal, galian ilegal terlalu marak terjadi di bukti-bukti Cilegon selatan, merusak ekologi yang sangat sulit dipulihkan.

Wacana mencuat, ketika Wali kota Cilegon Robinsar melempar kembali pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). Tapi bedanya proyek di rancang dengan anggaran Rp 300 miliar dan itupun hasil utang.

Baca Juga :  Minyak Goreng dan BBM Oplosan, PIM: BPKN Diam?

Memangnya ada apa sih harus buru-buru banget buat JLU, padahal JLS pun sebenarnya masih bisa di kelola dengan baik, banyak tanah-tanah kosong yang menganggur dan malah dijadikan lahan galian yang tak jelas pengelolanya siapa, pembagian keuntungan nya gimana.

Belum lagi ketika JLU akan di garap masalah pembebasan lahan pun belum tuntas. Pemilik tanah pasti paham betul jika pihak Pemkot akan membeli tanah nya, maka otomatis akan melonjak tajam harganya karena tahu itu jalan strategis. Terus, dengan kondisi begitu, mau di mjlai dari mana pembangunan JLU?

Jika menilik kondisi keuangan Kota Cilegon saat ini memang tidak sehat. Anggaran lebih banyak di tekan ke sektor OPD, bahkan program di kelurahan kena imbas efisiensi. Dana pokmas pun untuk 43 kelurahan bahkan belum cair, yang membuat pembangunan kecil yang langsung menyentuh masyarakat tak berjalan.

Padahal masalah yang dihadapi sekarang ini adalah tingginya angka pengangguran di kota Cilegon, menurut data BPS Cilegon pengangguran kota Cilegon mencapai 7,25% yang pada tahun ini banyak nya PHK di pabrik-pabrik seharusnya jadi perhatian lebih oleh walikota Cilegon untuk menyelesaikan tugas ini, bukan nya malah membangun hal yang tak penting. Jelas proyek ini bukan hal sederhana, juga bukan trotoar pendek di simpang tiga yang katanya mirip Jalan Malioboro.

Wajar saja jika ada pertanyaan ko ngotot banget walikota berutang sampai Rp300 miliar buat JLU, sebenarnya ini kepentingan siapa dan se-urgent apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan
Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
7 Dekade SEMMI: Mengukuhkan Khitah Ideologi dan Kedaulatan Ekonomi Organisasi
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:32 WIB

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:53 WIB

Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:55 WIB

Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru

Foto/istimewa.

Opini

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:32 WIB

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB