Satpol PP Kabupaten Serang Enggan Beri Keterangan Soal Penertiban Truk Odol di Kramatwatu

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk pasir masih berkeliaran bebas di jalan raya Kramatwatu

Truk pasir masih berkeliaran bebas di jalan raya Kramatwatu

SERANG, PUSATBERITA — Terkait penertiban truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di wilayah Kramatwatu, Satpol PP Kabupaten Serang enggan memberikan keterangan meskipun truk ODOL masih terlihat melintas di kawasan tersebut.

Meski jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya, keberadaan truk ODOL di jalur Kramatwatu tetap menimbulkan keraguan di kalangan warga. Mereka menduga penertiban yang dilakukan belum sepenuhnya efektif.

Namun, upaya konfirmasi kepada pihak Satpol PP Kabupaten Serang tidak membuahkan hasil. Kepala Bidang Trantibum Satpol PP, Yagi, dikabarkan menolak untuk ditemui oleh awak media.

“Memang benar konfirmasinya ke sini (Satpol PP Kabupaten Serang), tapi katanya beliau sedang tidak mau ditemui. Walaupun dipaksa juga, sepertinya tetap tidak akan mau,” ujar salah satu anggota Satpol PP yang enggan disebutkan namanya, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga :  LMND Sambut Kunjungan Wapres Gibran ke Aceh Singkil, Desak Langkah Konkret Pemulihan Pasca Banjir

Bersamaan dengan itu, Fitrah yang juga merupakan merupakan aktivis Kramatwatu menegaskan jika pihak pemerintah tidak bisa menyelesaikan dengan bersih truk-truk pengangkut barang dengan overload itu maka kita akan mengadakan aksi kembali.

“Kita dari masyarakat Kramatwatu akan melakukan melakukan aksi agar truck Odol tidak melaju lagi di Kramatwatu dan tidak mengakibatkan korban jiwa lagi, mengingat kecelakaan baru saja terjadi kemarin pada hari selasa malam, 22 Oktober 2025,” Ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
SEMMI Tangerang Soroti Kantor Satpol PP Tutup di Jam Kerja
Nara JW Law Firm bersama Erawijaya Consultant dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:53 WIB

Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:55 WIB

Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:33 WIB

BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar

Berita Terbaru

Foto/istimewa.

Opini

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:32 WIB

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB