Krisis MBG Bandung Barat, PII Jabar Desak Desentralisasi Pengawasan Pangan Sekolah

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat konsolidasi darurat seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Rapat konsolidasi darurat seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

PADALARANG – PUSATBERITA, Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Barat, Atqiya Fadhil Rahman, mengapresiasi langkah cepat dan strategis yang diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Apresiasi ini diberikan atas penyelenggaraan Rapat Konsolidasi darurat dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang diadakan di Mason Pine Hotel.

Langkah ini dipandang sebagai respons serius dan itikad baik BGN untuk memutus rantai Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terulang di KBB.

Kabupaten Bandung Barat diketahui tengah menghadapi krisis keamanan pangan yang serius. Tragedi terakhir di Kecamatan Lembang pada 29 Oktober 2025 telah menyebabkan 201 siswa dan guru menjadi korban keracunan. Insiden ini menambah daftar panjang kasus serupa setelah sebelumnya terjadi di Cipongkor, Cihampelas, dan Cisarua, yang secara akumulatif telah memakan lebih dari 2.000 korban dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami mengapresiasi BGN yang bergerak cepat mengumpulkan seluruh SPPG di KBB. Ini adalah langkah konkret yang sangat dibutuhkan,” ujar Atqiya Fadhil Rahman, Sekretaris Umum PW PII Jabar. “Rapat konsolidasi ini krusial untuk memastikan tidak ada lagi SPPG yang beroperasi tanpa standar kelayakan, terutama terkait kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang terbukti menjadi celah regulasi kritis.”

Baca Juga :  Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Banten Buka Posko Pengaduan SPMB

Atqiya menyoroti bahwa temuan investigasi atas insiden-insiden sebelumnya secara konsisten menunjuk pada kegagalan dalam prosedur penanganan makanan.

“Akar masalah seperti interval waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian, serta lemahnya pengawasan di tingkat lokal, harus segera diakhiri. Konsolidasi di Mason Pine ini harus menjadi titik balik untuk penegakan SOP dan akuntabilitas,” tambah Atqiya.

Lebih lanjut, Atqiya Fadhil Rahman menekankan bahwa penegakan aturan dari BGN harus diimbangi dengan pelibatan publik secara formal untuk memulihkan kepercayaan.

“Pengawasan formal dari institusi pemerintah saja terbukti belum cukup. Tragedi yang berulang ini menuntut sebuah model pengawasan baru yang terdesentralisasi,” tegasnya.

“PII Jabar mendorong agar Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Bandung Barat, segera mengesahkan model desentralisasi pengawasan. Model ini harus secara formal melibatkan partisipasi publik. Kami mendesak agar organisasi kepemudaan dan pelajar, seperti PII, dimasukkan secara resmi ke dalam Surat Keputusan (SK) Pengawasan MBG yang dikeluarkan oleh Pemda,” jelas Atqiya.

“Dengan adanya payung hukum tersebut, kami dapat secara aktif dan legal terlibat dalam pengawasan harian di lapangan. Ini adalah langkah krusial untuk membangun kembali kepercayaan publik dan memastikan kawan-kawan kami mendapatkan makanan yang aman dan bergizi. PII Jabar siap mengambil peran tersebut,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI
Perumda Tirta Benteng Peringati Nuzulul Qur’an Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama
Pemuda Neglasari Soroti Kinerja Dishub Kota Tangerang: Maraknya Parkir Liar, Akibat Lemahnya Pengawasan
Anggaran Rp.460 Miliar Dipertanyakan, LSMP: Kejanggalan Proyek Pemkot Tangerang
Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang
PW IPNU Banten Desak Gubernur Banten Segera Realisasikan Pergub Pesantren
Gagas Pesantren Revolusi, BEM PTNU: Lahir Dari Keprihatinan Sosial dan Implementasi Nilai Keagamaan
Desak Tanggungjawab Pemerintah Terhadap PPPK Penuh Waktu, Forum TPP-PPPK Audiensi Dengan Ketua DPRD Kota Tangerang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:38 WIB

‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:03 WIB

Perumda Tirta Benteng Peringati Nuzulul Qur’an Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:51 WIB

Pemuda Neglasari Soroti Kinerja Dishub Kota Tangerang: Maraknya Parkir Liar, Akibat Lemahnya Pengawasan

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:43 WIB

Anggaran Rp.460 Miliar Dipertanyakan, LSMP: Kejanggalan Proyek Pemkot Tangerang

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:35 WIB

Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang

Berita Terbaru

Aliansi Peduli Iran gelar aksi di depan Kedubes AS buntut agresi militer Israel, Jumat (6/3) 2026 (foto: Topan Bagaskara/pusat-berita.com).

Nasional

‎Aliansi Peduli Iran Geruduk Kedubes AS dan Kemenlu RI

Sabtu, 7 Mar 2026 - 03:38 WIB