AUSTRALIA, PUSATBERITA – Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia pada 9–10 Februari 2026 memicu demonstrasi besar di beberapa kota besar, terutama Sydney dan Melbourne, di mana ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan menolak kunjungan tersebut.
Ratusan, bahkan ribuan orang berkumpul di area bisnis Sydney untuk menyuarakan solidaritas dengan rakyat Palestina dan mengkritik kebijakan Israel, termasuk terkait konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Aksi ini berlangsung di tengah ketegangan tinggi dan larangan protes bergerak di beberapa titik kota.
Di Sydney, polisi bentrok dengan pengunjuk rasa saat upaya untuk memulai aksi jalanan di luar zona yang diizinkan. Aparat menggunakan semprotan merica (pepper spray) untuk membubarkan massa, dan setidaknya 27 orang ditangkap, termasuk beberapa yang diduga menyerang petugas.
Protes juga dilaporkan berlangsung di Melbourne, serta di ibu kota lain seperti Canberra dan Brisbane, dan menarik perhatian luas di media sosial. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan ekspansi protes konflik Timur Tengah hingga negara-negara Barat dalam konteks solidaritas dan kritik politik yang lebih luas.
Di sisi lain, Juru bicara Palestine Action Group, Josh Lees, mengatakan melalui Instagram bahwa polisi telah “berulang kali menyerang kami dengan kuda dan semprotan merica.”
Di Sydney, ribuan orang berkumpul di kawasan pusat bisnis (CBD), mendengarkan pidato-pidato pro-Palestina dan meneriakkan berbagai slogan.
“Pembantaian di Bondi memang mengerikan, tetapi dari kepemimpinan Australia tidak ada pengakuan terhadap rakyat Palestina dan warga Gaza,” kata Jackson Elliott (30), seorang pengunjuk rasa asal Sydney.
“Herzog menghindari semua pertanyaan tentang pendudukan dan mengatakan kunjungan ini soal hubungan Australia–Israel, padahal ia terlibat langsung,” tambah Elliott.
Kerumunan massa juga berkumpul di pusat kota Melbourne untuk menuntut diakhirinya pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Pemerintah negara bagian New South Wales memberlakukan kewenangan baru yang memberikan polisi otoritas lebih besar untuk mengendalikan aksi demonstrasi menjelang unjuk rasa tersebut.
Upaya para pengunjuk rasa untuk menantang kewenangan tersebut di Mahkamah Agung negara bagian gagal, hanya beberapa saat sebelum aksi dimulai, menurut media setempat.
Terduga pelaku penembakan Pantai Bondi, Sajid Akram (50), ditembak mati oleh polisi saat insiden berlangsung. Warga negara India tersebut memasuki Australia dengan visa pada 1998.
Putranya yang berusia 24 tahun, Naveed, warga negara Australia kelahiran setempat yang kini masih ditahan, telah didakwa atas tuduhan terorisme dan 15 kasus pembunuhan.
Sebagian warga Yahudi Australia juga ikut memprotes kunjungan tersebut. Dewan Yahudi Australia yang berhaluan progresif menyatakan bahwa Herzog tidak diterima karena perannya dalam “kehancuran Gaza yang terus berlangsung.”











