Dampak Pembangunan Jetty PT.CAA, Ekosistem Laut dan Nelayan Terancam

- Penulis

Minggu, 11 Mei 2025 - 13:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, Pusat Berita – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon secara tegas menyatakan penolakan terhadap proyek pembangunan jetty yang dilakukan oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA) di wilayah pesisir Cilegon. Proyek senilai Rp15 triliun ini dinilai merugikan nelayan lokal dan mengancam kelestarian ekosistem laut.

Ketua HNSI Cilegon, Rufaji, menyatakan bahwa pembangunan jetty tersebut dilakukan tanpa keterlibatan masyarakat dan kajian dampak lingkungan yang memadai.

“Kami khawatir pembangunan ini akan merusak habitat ikan, terumbu karang, dan padang lamun yang menjadi tumpuan hidup nelayan tradisional,” ujar Rufaji saat ditemui di Krakatau Junction, Sabtu malam, 10 Mei 2025.

Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan asal Tiongkok, PT Chengda, sebagai kontraktor utama, serta beberapa subkontraktor lainnya seperti PT CRBC, PT Keller, dan PT Total Bangun Persada. Sayangnya, tidak satu pun perusahaan lokal dilibatkan dalam pekerjaan konstruksi yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

Baca Juga :  Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU

Menurut HNSI, pembangunan jetty yang melibatkan pengerukan laut dan reklamasi pantai sangat berisiko menyebabkan sedimentasi, pencemaran air, dan kerusakan langsung pada ekosistem laut. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan penurunan hasil tangkapan ikan, kerugian ekonomi nelayan, dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.

“Pemerintah harus mengevaluasi kembali proyek ini dan meninjau ulang pelaksanaannya. Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami menolak pembangunan yang merusak dan tidak adil,” tegas Rufaji.

HNSI menyerukan kepada pemerintah daerah, kementerian terkait, serta pemangku kepentingan lainnya untuk segera menghentikan pembangunan jetty PT CAA sebelum dampak yang lebih luas terjadi.

“Jika tidak, HNSI menyatakan siap mengambil langkah lebih lanjut untuk menghentikan proyek tersebut secara langsung demi melindungi laut dan mata pencaharian nelayan, ” kata Rufaji dengan tegas.


Artikel Lain: Buntut Aktivitas PT. LCI Warga Geram Raya Panik Rumah Bergetar

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Pemuda Laporkan Dugaan Pembubaran Ibadah ke Polresta Tangerang
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino
Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam
Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika
Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 05:06 WIB

Aliansi Pemuda Laporkan Dugaan Pembubaran Ibadah ke Polresta Tangerang

Senin, 21 September 2026 - 18:25 WIB

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Berita Terbaru

Ilustrasi Satpol PP Kabupaten Tangerang

Banten

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 Sep 2026 - 18:25 WIB