Ketua Umum PW PII Banten Kecam Komentar Wakil Ketua DPR RI Cucun soal Ahli Gizi, Royhan : Sembrono

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammad Royhan Daestaki Ketua Umum PW PII Banten

i

Mohammad Royhan Daestaki Ketua Umum PW PII Banten

 

BANTEN, PUSAT-BERITA – Cucun Ahmad Syamsurizal Wakil Ketua DPR RI hadir pada sebuah forum konsolidasi tentang makan bergizi gratis (MBG). Terdapat sebuah vidio yang menjadi viral atas ucapan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal yang dinilai tidak terima saat peserta menyampaikan beberapa solusi untuk MBG yang sedang berjalan.

Cucun menyampaikan bahwa pendapat generasi muda terbilang arogan usai mempersoalkan tata penamaan dan sistem pemberian nama yang terstruktur dan standar dalam bidang di ilmu tertentu. Disebutkan dalam kasus MBG, pakar yang mengawasi program tersebut di anggap ahli gizi, yang jelas jelas kompetensinya tidak demikian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohammad Royhan Daestaki Ketua Umum PW PII Banten menyoroti terkait pernyataan yang di anggap kontroversial oleh Cucun. “Seorang Wakil Ketua DPR RI yang menjadi percontohan bagi masyarakat, harus jernih dalam menyampaikan sesuatu, sehingga tidak boleh melukai hati masyarakat. Jangan sampai arogan dan sombong, karna sebagai pemangku kebijakan” ujarnya

Cucun lalu menegaskan program MBG tidak harus menggunakan ahli gizi dan istilah tersebut rencananya akan diganti menjadi ‘tenaga yang menangani gizi’.

Pernyataan Cucun dianggap sebagai pemicu terhadap masyarakat saat ini, khususnya komunitas ahli gizi yang dimana bagi mereka standard dan kompetensi di rendahkan oleh seorang Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal

Mohammad Royhan Daestaki menilai pernyataan tersebut menunjukkan kualitas dan ketidaktahuan tentang seorang ahli gizi yang memiliki standard tinggi. Ia seolah olah menggunakan analogi lugas untuk menggambarkan kekeliruan berfikir semacam itu.

Baca Juga :  Ketika Televisi Miskin Tafsir atas Dunia Santri

“Jadi ketika seseorang yang tidak memiliki standar sebagai profesi ahli gizi, tentu yang dia sampaikan hanyalah omong kosong belaka, karna ia tidak faham seperti apa profesi ahli gizi” Kata Mohammad Royhan Daestaki saat di hubungi Senin (17/11/2025)

Dengan kalimat yang arogan, ia mengibaratkan sebuah keputusan mengganti ahli gizi dengan tenaga lain sebagai kesalahan dalam cacat berfikir. Jika seorang nahkoda diganti oleh tukang sapu yang hanya dilatih 3 bulan, kemudian disuruh berlayar disamudera. Tenggelam lah kapal dan seisinya”

Menurut Mohammad Royhan Daestaki, sebagai wakil rakyat harus tau akar perbedaan dari kedua aspek tersebut, dan ketika membuat kebijakan bisa membedakan antara jabatan struktural dan jabatan fungsional, sehingga tidak sembarangan memutuskan antara yang boleh dan tidak boleh.

“Fikir saja seperti ini, jika menteri kesehatan bisa saja bukan dokter, tapi disuruh menangani pasien dirumah sakit? yakan, di fikirkan tuh baik baik kenapa profesi ahli gizi tidak bisa di ganti jika memang mau makanannya tetap higienis,” jelasnya.

Royhan juga menilai, dengan tingginya tingkat keracunan di berbagai daerah, salah satunya mungkin di picu oleh seseorang yang tidak ahli dalam profesinya, maka dari itu dengan enaknya menyampaikan pergantian ahli gizi oleh seseorang yang harus latihan selama 3 bulan.

“Jadi pada intinya Cucun harus bisa memilah serta memilih apa yang menjadi kebaikan dalam mensukseskan program MBG ini, jangan sampai seorang wakil rakyat tidak tau dan tidak bisa membedakan seorang ahli dan seorang amatiran” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana
Muktamar ke-33 PII Tetap Digelar di November 2025
PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar
Demo Besar-Besaran Ojol dan Kurol 20 November, FDTOI Sampaikan Lima Tuntutan Utama
Aliansi Bitung Bergerak Desak Kejagung Tuntaskan Kasus Perjadin DPRD Tanpa Tebang Pilih
Didukung Sejumlah Daerah, Nando Raya Robbany Maju dalam Pemilihan Ketua OI Nasional
Anak Muda Potensial dari Jawa Barat, Reza Firdaus Didapuk Jadi Sekjend PB SEPMI
Sekjen PB SEPMI Desak Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Pelajar Lewat Dua Program Nasional
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 19:42 WIB

Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana

Sabtu, 22 November 2025 - 21:44 WIB

Muktamar ke-33 PII Tetap Digelar di November 2025

Selasa, 18 November 2025 - 22:13 WIB

Ketua Umum PW PII Banten Kecam Komentar Wakil Ketua DPR RI Cucun soal Ahli Gizi, Royhan : Sembrono

Selasa, 18 November 2025 - 17:28 WIB

PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar

Selasa, 18 November 2025 - 17:05 WIB

Demo Besar-Besaran Ojol dan Kurol 20 November, FDTOI Sampaikan Lima Tuntutan Utama

Berita Terbaru

Ilustrasi perangkat desa (Foto: Putatgede.kendalkab.go.id)

Daerah

Ketahui Gaji dan Tunjangan Kepala Desa ‎

Minggu, 30 Nov 2025 - 20:53 WIB

Daerah

APBD dan Kemiskinan Ekstrem Kab Tangerang Kompak Tertinggi

Minggu, 30 Nov 2025 - 18:27 WIB