Lima Kecam Keras Pernyataan Presiden: Rakyat Tidak Butuh Mukjizat, Tapi Tanggung Jawab Negara

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 01:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) mengecam keras pernyataan Presiden Republik Indonesia

Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) mengecam keras pernyataan Presiden Republik Indonesia

ACEH, PUSAT-BERITA, Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) mengecam keras pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyebut “saya tidak punya tongkat Nabi Musa”. Pernyataan ini bukan hanya keliru secara narasi, tetapi melukai nalar publik di tengah penderitaan rakyat yang masih berkepanjangan.

Saat rakyat berhadapan dengan bencana, kemiskinan, kelaparan, dan krisis pelayanan dasar, Presiden justru menyampaikan pernyataan simbolik yang terkesan cuci tangan dan melempar tanggung jawab. Negara memang bukan Tuhan, tetapi Presiden adalah pemegang mandat tertinggi kekuasaan negara. Alasan tidak memiliki “tongkat mukjizat” tidak dapat dijadikan pembenaran atas kegagalan kebijakan dan lemahnya kehadiran negara.

LIMA menegaskan: rakyat tidak pernah menuntut keajaiban, rakyat hanya menuntut keadilan, keberpihakan, dan kerja nyata. Ketika negara abai, pernyataan semacam ini hanya mempertebal jarak antara kekuasaan dan penderitaan rakyat.

Baca Juga :  BPBD Serang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II

Lebih ironis, narasi ini muncul dari seorang Presiden yang memegang kendali penuh atas instrumen negara. Jika kebijakan tidak mampu menjawab krisis, maka yang harus dikoreksi adalah arah kekuasaan, bukan keyakinan rakyat.

LIMA menilai pernyataan tersebut mencerminkan krisis empati dan krisis kepemimpinan. Presiden seharusnya berdiri di barisan terdepan menghadapi persoalan rakyat, bukan berlindung di balik metafora.

Atas dasar itu, LIMA menuntut:

  • Presiden berhenti menyampaikan pernyataan yang merendahkan akal sehat publik.
  • Pemerintah bertanggung jawab penuh atas dampak kebijakan yang gagal.
  • Negara hadir secara nyata, bukan retorika kosong.
  • Jika penguasa mulai alergi kritik, maka mahasiswa wajib berdiri sebagai pengingat. Diam adalah pengkhianatan terhadap rakyat.
Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Seni Betawi Semarakkan Hajatan Budaya Batuceper 2026
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Berita ini 65 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Berita Terbaru

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB

Foto: Yoyok/Humas Kemensetneg

Nasional

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:19 WIB

Massa dari Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang rapat DPRD DIY, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pemakzulan Gibran, rabu (24/11) siang (Foto/radioelshinta)

Yogyakarta

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:59 WIB