Nasib Karyawan PT. PMSP Berbulan-bulan Tak Digaji

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILEGON, Pusat Berita – Sejumlah karyawan dari perusahaan pelayaran PT. Putera Master Penyebrangan dan PT. Putera Master Sarana Penyeberangan Mulya, mengungkapkan kisah pilu mereka akibat gaji yang tidak dibayarkan selama berbulan-bulan.

Selain itu mereka juga mengeluhkan kelalaian perusahaan dalam memberikan jaminan sosial kesehatan dan tenaga kerja.

Keluhan itu disampaikan langsung di kediaman Ketua LSM Gappura Banten, Husen Saidan, yang turut mengawal dan memperjuangkan hak-hak para pekerja, Kluarahan Rawa Arum, Kota Cilegon, Rabu (7/5/2025).

Salah satu karyawan, Feri, menyebut bahwa banyak karyawan darat dan awak kapal sudah tidak menerima gaji selama berbulan-bulan.

Bahkan, sebagian besar tidak memiliki kepesertaan aktif BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

“Saya mewakili teman-teman sudah datang untuk memohon bantuan kepada Pak Husen Saidan agar dapat membantu menyampaikan langsung kepada pemilik perusahaan untuk segera membayarkan gaji dan hak-hak kami. Banyak yang sakit, bahkan ada yang meninggal dunia tanpa perlindungan BPJS,” ujar Feri.

Ia menceritakan kisah seorang masinis kapal yang meninggal dunia karena tidak bisa segera mendapatkan pertolongan medis akibat BPJS yang baru aktif beberapa jam setelah kejadian.

Baca Juga :  Dampak Pembangunan Jetty PT.CAA, Ekosistem Laut dan Nelayan Terancam

“BPJS baru aktif jam 12 siang, sementara almarhum butuh pertolongan sejak dini hari,” lanjutnya.

Feri menambahkan, dirinya dan rekan-rekan bekerja di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Cilegon.

“Kami hanya menerima Rp2,8 juta per bulan, itupun sudah beberapa bulan tidak dibayarkan,” tegasnya.

Keluhan juga datang dari istri Feri, Santi, yang mengaku hidup dalam kondisi serba kekurangan akibat suaminya tidak menerima gaji.

“Sudah empat bulan kami tidak bisa bayar kontrakan. Untuk makan, saya sampai utang ke warung, totalnya sudah Rp1,5 juta,” ungkap Santi dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Kapten Ali, salah satu nahkoda dari perusahaan yang sama, membenarkan bahwa kondisi para awak kapal pun tidak jauh berbeda.

“Saya mewakili teman-teman kapal, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Husen yang bersedia menerima dan mendengar kami. Faktanya, sudah delapan bulan ini kami tidak menerima gaji,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir
Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh
Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:03 WIB

Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:21 WIB

Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:53 WIB

Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) Banten, Abdul Hakim (Foto/Istimewa).

Opini

Negara, Propaganda, dan Publik yang Semakin Kritis

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:23 WIB

Foto: Teknologi AI.

Opini

Prabowo Dalam Arus: Paranoid dan Totalitarian

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:12 WIB

Foto/istimewa.

Opini

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:32 WIB