Pelebaran Jalan Burok Memakan Korban, Warga: Minimnya Pengaturan Arus Lalu Lintas

- Penulis

Senin, 30 Juni 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Tangerang, PUSATBERITA – Proyek pelebaran Jalan Burok dan di lanjuti dengan perbaikan jalan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan macet panjang di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, yang baru saja selesai dikerjakan, kini menyisakan persoalan serius terkait keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Alih-alih menghadirkan solusi atas kepadatan kendaraan, kondisi pasca-proyek justru mengakibatkan kemacetan berkepanjangan dan bahkan menelan korban kecelakaan.

Hingga saat ini, tidak terlihat adanya upaya penataan arus lalu lintas, tidak ada pemasangan rambu-rambu pengaman, maupun pengendalian lalu lintas secara teknis di sepanjang area eks-proyek.

Situasi ini kian memperburuk tingkat risiko kecelakaan, terutama di jam-jam padat kendaraan.

 

Fakta Lapangan dan Insiden Kecelakaan

Puncak kekacauan terjadi pada Sabtu sore (28/6/2025) saat terjadi kecelakaan lalu lintas antara sebuah bus dan pengendara sepeda motor di titik jalan yang baru saja diperlebar tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar, ketidaksiapan infrastruktur pendukung keselamatan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.

“Pasca pelebaran jalan ini dan di lanjutkan dengan perbaikan jalan dengan melubangi jalan dengan alat besar, tidak ada pengaturan arus, tidak ada rambu sementara, bahkan kondisi fisik jalan juga belum sepenuhnya merata. Akibatnya, bus yang melaju mendadak berhenti karena ada lubang di depan, pengendara motor di belakangnya langsung menabrak,” ungkap Luki, warga sekitar yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Keluhan juga disampaikan oleh Samsul, pengendara grab motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Baca Juga :  Melalui Bimtek Dinsos Kota Tangerang Tingkatkan Kompetensi Pekerja Sosial Masyarakat

“Seharusnya jika ada proyek perbaikan jalan, ada rekayasa lalu lintas sementara atau minimal pengaturan arus. Ini sama sekali tidak ada. Kami para pengguna jalan dibiarkan menghadapi risiko di lapangan tanpa perlindungan apa pun,” katanya.

Seharusnya Secara prinsip, setiap pekerjaan konstruksi jalan dan tahap pasca-proyek wajib memenuhi standar manajemen keselamatan lalu lintas sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku, termasuk prinsip Traffic Management Plan (TMP) dan road safety audit pasca proyek.

Ketiadaan mekanisme pengamanan di Jalan Burok menunjukkan kegagalan perencanaan integratif, di mana aspek keselamatan pengguna jalan seolah diabaikan setelah pekerjaan fisik selesai dan ditambah proyek yang baru.

Masyarakat mendesak agar pihak-pihak terkait melakukan evaluasi serius terhadap tata kelola keselamatan lalu lintas pasca pelaksanaan proyek infrastruktur di Kota Tangerang.

Kejadian kecelakaan ini menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dan minimnya mitigasi risiko kecelakaan.

“Pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya berorientasi pada fisik jalan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan warga sebagai pengguna ruang publik,” tambah Bayu, tokoh pemuda setempat.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum tampak langkah konkret dari pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk melakukan penataan lalu lintas di Jalan Burok.

Warga berharap, kejadian ini menjadi evaluasi serius agar tidak menimbulkan korban lebih banyak di kemudian hari.


Artikel Lain: Asda 1 Kota Tangerang Dilaporkan Mahasiswa Ke Majlis Kode Etik ASN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat
Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas
Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang
‎Konfercab II GAMKI Kota Tangerang Pilih Gesuri Mesias sebagai Ketua Umum
Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Kolaborasi Kesiagaan Bencana
Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
Poros Baru Tangerang: Hentikan MBG, Tolak Geothermal, Kritik Aktivis Karbitan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 13:37 WIB

Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat

Senin, 22 Juni 2026 - 01:05 WIB

Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas

Senin, 22 Juni 2026 - 00:45 WIB

Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:05 WIB

Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Kolaborasi Kesiagaan Bencana

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB